ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Tumbuh dan Berkembang Pesat di Indonesia, Shiddiqiyyah Syukuri Hari Lahir ke-55 Tahun
16 Januari 2026 12:15
Dalam kesempatan ini, Sekretaris Jenderal Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID), Mulyono, menyampaikan dalam sambutannya, bahwa pembangunan Masjid Fatchan Mubiina merupakan amanah ruhani dari Sang Guru, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah.
“Sekitar sebulan yang lalu Sang Guru kembali menyampaikan harapannya agar Masjid Fatchan Mubiina segera bisa difungsikan. Bagi kami, itu bukan sekadar perintah, melainkan amanah ruhani,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah dibangun selama tiga tahun, kini lantai satu masjid telah rampung dan dapat digunakan.
Tak Hanya itu, Ketua Umum Organisasi Shiddiqiyyah (ORSHID), Joko Herwanto juga menegaskan bahwa malam tersebut menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya masjid ini dapat difungsikan.
“Masjid Fatchan Mubiina Chaddun ‘Adhiim, yang menjadi simbol kemenangan Shiddiqiyyah, malam ini resmi difungsikan. Masjid ini menjadi satu-satunya masjid dengan desain arsitektur muqornas khas Uzbekistan,” ungkapnya.
Selain itu, Joko Herwanto juga melaporkan komitmen Organisasi Shiddiqiyyah untuk meresmikan Gedung Jami’atul Mudzakkirin di tiap Tasyakkuran Hari Shiddiqiyyah.
“Sudah menjadi komitmen kami dari Organisasi Shiddiqiyyah di tiap-tiap hari Shiddiqiyyah akan dilaksanakan peresmian Jami’atul Mudzakkirin, dan alchamdulillah pada kesempatan hari ini ada 3 jami’atul yang akan diresmikan langsung oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah”
Dalam momentum ini, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah meresmikan tiga Jami’atul Mudzakkirin, masing-masing di Dusun Kuncung, Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro (Jombang), Desa Peterongan (Jombang), dan Pasuruan.

Kemudian peresmian Gedung BTQ yang berada di Gucialit (Lumajang, Jawa Timur), Rejomulyo (Pati, Jawa Tengah), Lakarsantri (Surabaya), serta OKU Timur - Martapura (Sumatera Selatan).
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya
- Riyandoko: Bertahan dalam Keterbatasan Fisik, Berbagi Ruang dengan Keluarga Sang Kakak
- Mengejar Bola, Menemukan Diri: Membaca Tashawuf dari Lapangan Hijau
- Ditinggal Suami, Suwarsi Banting Tulang Hidupi Ketiga Anaknya
- Sehat Tentrem Mahal Tapi Laku!
- Berkali-kali Didata, Tak Kunjung Nyata, Ahmad Kini Miliki Rumah Gratis dari Shiddiqiyyah
- Yatim Piatu di Bogor Menanti Masa Depan di Rumah yang Hampir Roboh
- Chrinsesia: Ditinggal Wafat Sang Suami, Rumah Syukur Pertama Menjejak di Tanah Papua
- Surat Terbuka Yang Tidak Dibuka: Catatan Tentang Paket Rahasia Sehat Tentrem
- Suliyastiningsih: Rumah Syukur yang Mengubah Air Mata Menjadi Senyuman di Kaki Gunung Arjuno