ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Gotong Royong Para Pemuda, Bangun Rumah Gratis Untuk Warga.
20 September 2025 14:57

Krisis hunian kian nyata di berbagai penjuru negeri, sementara jurang kemiskinan kian melebar. Dalam kondisi tersebut, OPSHID mengawali gerakan sosial dengan membangun 96 unit Rumah Syukur bagi warga yang belum memiliki tempat tinggal layak.
Semangat gotong royong menyelimuti berbagai daerah di Indonesia, saat OPSHID secara serentak memulai programnya, pada Sabtu (20/09/2025) pukul 10.00, ditandai dengan prosesi peletakan batu syukur pembangunan Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubiina.
Di setiap titik peletakan batu syukur terselip doa khusus, agar program ini berjalan lancar hingga rumah tersebut bisa ditempati.
Target pembangunan Rumah Syukur kali ini kurang lebih selama 30 hari, bahkan tak jarang ditemui ada beberapa unit sudah rampung sebelum genap sebulan. Meski baru saja meresmikan Rumah Syukur dalam rangka Kemerdekaan, OPSHID bergerak lagi untuk bangun puluhan rumah gratis dalam rangka Hari Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ke-97.
Seperti yang dikatakan DPD OPSHID Jombang Bapak Nur Aliman, dorongan semangat mengikuti program ini. "Kita membangun rumah itu hakekatnya membangunkan jiwa dari tidur. Sedikit-sedikit kita harus gotong royong, bekerja sama lagi mengumpulkan dana kepunyaannya. Bukan untuk kepentingan pribadi tapi bangsa dan negara. Kalau di tengah jalan ada hambatan, itu menjadi bagian dari perjuangan kami atas bukti cinta tanah air."
Dana program ini bersumber dari warga Shiddiqiyyah sendiri, namun OPSHID tetap terbuka bagi masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam program Rumah Syukur.
Kesanggupan membangun 96 unit terutama sebagai bentuk ketaatan kepada Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi dan Ketua Umum OPSHID FKYME Bapak M. Subchi Azal Tsani untuk bisa bermanfaat di tengah hidup bermasyarakat.
Dalam upaya menjaga Indonesia secara bersama, Rumah Syukur diwujudkan sebagai aksi nyata dalam menghadapi ketimpangan sosial bagi rakyat Indonesia dan memastikan akses hak hidup sebagai bangsa merdeka.
"Melihat rasa nasionalisme masyarakat yang terkikis dan kurangnya cinta tanah air, alangkah baiknya daripada hanya mengadakan ceremonial sekejap mata, kita syukuri momentum besar dengan dana yang ada untuk mereka yang berhak menerima. Nilai faktanya dan atsarnya itu ada."
Rumah Syukur disalurkan tepat sasaran, dengan latar belakang nasib warga yang belum beruntung. Seperti Bpk. Thoyyib dan Ibu Purwaningsih di Kecamatan Kudu, Jombang, yang terpaksa tinggal bersama 6 anaknya di rumah reyot yang tak lagi mampu melindunginya dari terpaan hujan.
Thoyyib tak kuasa membendung rasa syukurnya saat mengetahui akan dibangunkan rumah, "Ini meringankan beban saya. Sekarang kan sudah tidak lagi memikirkan rumah. Lebih enak, kalau hujan tidak buru-buru mencari timba kalau atapnya bocor. Saya salut begitu hebatnya pemuda Shiddiqiyyah sampai kompak bangun rumah. Semoga rezekinya lancar biar warga kayak saya ini yang lain bisa ikut menikmati."
Dampak kebaikan Rumah Syukur juga tertularkan di lingkungan sekitar, beberapa warga turut ingin terlibat gotong royong dalam pembangunan.
Bapak Suyatno, selaku warga setempat Kudu merasakan manfaat akan hadirnya program Rumah Syukur gratis ini. "Terima kasih banyak atas bantuan dari Shiddiqiyyah. Nunggu dari pihak lain tak kunjung dibangun hanya janji saja, Alchamdulillah datang dari Shiddiqiyyah yang bantuannya langsung bisa dinikmati", ungkapnya.
Budaya syukur dari ajaran Shiddiqiyyah terus melebarkan sayapnya sampai ke pelosok negeri. Tak hanya di Jawa, program ini juga berlangsung di 17 Provinsi di Indonesia. Semoga, tak hanya OPSHID yang mengobarkan semangat sumpah pemuda dengan aksi nyata, melainkan menular ke seluruh jiwa pemuda di Indonesia Raya. (OPSHID Media)
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon