ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
PCTA-Indonesia Wujudkan Spirit Kepahlawanan Lewat Konser, Seminar Hingga Bangun Rumah Gratis
11 November 2025 14:17

Surabaya – Dalam Rangka Mensyukuri Hari Pahlawan Nasional, Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA Indonesia) yang dijiwai manunggalnya keimanan dan kemanusiaan, menggelar Tasyakkuran Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025 dengan tema “Menyambut Indonesia Sebagai Super Power Imam Perdamaian Dunia".
Acara berlangsung khidmat pada Senin (10/11/2025) di Gedung Balai Pemuda Surabaya, Jl. Gubernur Suryo No.15, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya.
Kegiatan tahunan yang rutin diselenggarakan sejak tahun 2022 ini dihadiri berbagai tokoh lintas agama ; Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu. Serta sejumlah perwakilan instansi nasional, di antaranya:
- Teten Indra Abdillah, S.E., Staf Penasehat Presiden Bidang Politik dan Keamanan
- Brigjen Pol. Langgeng Purnomo, S.I.K., M.H., Karobinkar SSDM Polri
- Dr. Widiningsih, Ketua PIPJATBANG (Perkumpulan Instruktur Penggiat Jati Diri Bangsa)
Tak hanya itu, hadir pula berbagai komunitas di antaranya: Komunitas WR. SOEPRATMAN, Seniman Sanggar Bumi Laras Manunggal, MLKM, Paguyuban seni Budoyo Jowo "GOLEK DULUR", Penghayat Kapribaden, PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia), Paguyuban MACOPAT Samodra Laras Kawedar, PAWARGO (Paguyuban Warok Reog Ponorogo), Komunitas Budaya Mojopahit Mojokerto, dan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).
Adapun rangkaian acara ceremonial Tasyakkuran Hari Pahlawan ini meliputi: penampilan Tari Remo untuk penyambutan Sang Pemrakarsa PCTA-Indonesia, kemudian pembukaan do'a dari tokoh-tokoh lintas Agama, menyanyikan lagu Trilawanaska (Tiga Lagu Wasiat Nasional Karomah) yakni, Indonesia Raya 3 Stanza, Hari Merdeka dan Syukur serta pembacaan Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Sumpah Jati Diri Bangsa. Barulah menyanyikan Mars dan Hymne PCTA-Indonesia.
Penyampaian santunan serta tali asih juga turut melengkapi acara Tasyakkuran ini, yakni 10 paket santunan untuk fakir miskin, serta 10 paket tali asih untuk para veteran yang telah berjuang bela bangsa dan tanah air Indonesia.
Dalam puncak acara, Sang Pemrakarsa Organisasi PCTA-Indonesia, Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi menyampaikan pitutur luhur mengenai cita-cita besar Indonesia sebagai Imam Perdamaian Dunia melalui pengamalan dan penghayatan Tri Kencana Makna atau 3 emas yang memiliki arti, yaitu:
- Jembatan Emas
- Jilatan Api Emas Yang Tidak Pernah Padam
- Bintang Emas Sudut Lima
Pada kesempatan ini beliau menerangkan satu makna emas dari tiga emas yang disebutkan di atas, yakni tentang Jembatan Emas. Menurut Sang Mursyid, Jembatan berarti penghubung dan Emas berarti logam mulia, maksudnya ialah Penghubung Yang Bernilai Mulia.
Dalam hal ini, Jembatan Emas yang dimaksud oleh Sang Mursyid adalah Kemerdekaan Bangsa Indonesia 17 Agustus 1945. Kemerdekaan menjadi Jembatan Emas yang berfungsi sebagai penghubung baikpun dalam negeri maupun luar negeri, yang mana hubungan ini di dalamnya ada rasa saling menghormati, saling memulyakan, saling menguntungkan, dan saling mempercayai.
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur