ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Rumah Pintar Gratis Untuk Warga Membutuhkan, OPSHID Resmikan 5 Unit di Sukabumi
· 2 menit baca · Diperbarui
Dengan makin berkembangnya teknologi, kebutuhan sehari-hari manusia kini semakin dipermudah. Salah satunya dalam urusan tempat tinggal, yang seiring waktu dilengkapi dengan fitur-fitur terbaru agar lebih nyaman dan praktis. Konsep hunian seperti ini dikenal dengan nama Rumah Pintar (smarthome), yang umumnya masih dianggap sebagai kemewahan dan hanya bisa dinikmati oleh kalangan menengah ke atas.
Namun, Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (OPSHID FKYME) memiliki pandangan berbeda. Melalui program sosialnya, OPSHID membangun rumah pintar gratis untuk warga yang rumahnya masih belum layak huni. Pada kesempatan kali ini, OPSHID meresmikan pembangunan sebanyak 5 unit Rumah Pintar Shiddiqiyyah (RPS) di Sukabumi.
Proyek ini masih tergabung dalam program akbar santunan nasional Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS), yang diselenggarakan oleh Dhilaal Berkat Rochmat Alloh (DHIBRA) Shiddiqiyyah. Lebih lengkap seputar RPS ada di jurnal: Bangun Rumah Pintar (Smarthome) Gratis, OPSHID Wujudkan Teknologi Untuk Warga.
Pagi (23/08/2025) ini, OPSHID menyerahkan rumah kepada para penerima dalam Acara Tasyakkuran dan Serah Terima yang berlangsung dengan penuh rasa syukur. Para relawan bersyukur atas nikmat kemerdekaan dan menyerahkan harta, fikir, dan tenaga untuk membagikan syukur tersebut lewat pembangunan RPS.
Sedangkan para penerima bersyukur atas nikmat yang diyakini sebagai rezeki dari Tuhan Yang Maha Esa, sehingga acara diliputi dengan menyatunya rasa keimanan; syukur terhadap Tuhan, dan rasa kemanusiaan; syukur kepada sesama manusia.
Sebagai salah satu penerima RPS, Misbahudin menceritakan awal keadaan rumah beliau, “Memprihatinkan, seperti bagaimana ya, waktu hujan sering bocor, angin besar, pada takutlah sekeluarga, terutama istri dan anak saya.”
Di tengah kondisi yang sedemikian rupa, datang para relawan OPSHID untuk membangunkan rumah. Meskipun asalnya tak menyangka, Misbahudin membagikan pengalamannya, “Awalnya bingung dibuatkan rumah seperti ini bagaimana mengaplikasikannya, alchamdulillah bisa dengan bantuan-bantuan, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan secara maksimal,” terangnya.
Menurut Misbahudin, program pembanngunan rumah pintar untuk warga dapat memberikan banyak manfaat, seperti menambahkan wawasan terhadap perkembangan zaman dan teknologi, “Teknologi seperti lampu, juga tempat pencucian piring bisa serba otomatis, canggih, serba pintar. Buat anak-anak kita ke depannya dengan teknologi seperti ini bisa memberi wawasan lebih luas bagi kita semua, banyak manfaatnya.”
Berdasarkan apa yang sudah dialaminya, Misbahudin berharap organisasi seperti OPSHID bisa konsisten dan meningkatkan jumlah pembangunan RPS ke depannya, “Lebih banyak lagi untuk membuat rumah seperti ini, itu harapan saya, untuk masyarakat yang mungkin lebih membutuhkan. Terima kasih banyak sebesar-besarnya kepada relawan yang sudah mengorbankan baik harta, tenaga, fikiran. Saya berterima kasih banyak kepada semua tim OPSHID yang sebesar-besarnya.” jelasnya. (OPSHIDMedia)
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945
- Bukan Renovasi, OPSHID Bangun 2 Rumah Gratis Dalam 16 Hari