ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Jejak Sejarah Bung Karno di Ploso Jombang Menuju Penetapan Cagar Budaya
· 7 menit baca
Riwayat kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno memasuki babak baru.
Temuan baru situs kelahiran Ir. Soekarno tepatnya di Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso telah direkomendasikan sebagai cagar budaya.
Situs yang disebut sebagai awal perjalanan hidup Sang Proklamator pada 6 Juni 1902 menarik perhatian serius dalam proses pelurusan sejarah di tingkat daerah.
Akankah sejarah ini akhirnya diakui secara resmi?
Rekomendasi yang disampaikan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) kepada Pemkab.Jombang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) merupakan hasil kajian ilmiah yang menjadi dasar pertimbangan penetapan.
Meski bukan keputusan akhir, rekomendasi ini menjadi bahan pertimbangan resmi dan memiliki bobot penting dalam proses administrasi penetapan.
Menurut Kuswartono, pengurus Situs Ndalem Persada Soekarno Kediri, penetapan situs ini dinilai penting karena bisa menjadi pendidikan sejarah bagi generasi bangsa. Ia menekankan bahwa pelurusan data sejarah tokoh besar seperti Bung Karno perlu dilakukan.
"Penetapan ini penting karena untuk pendidikan sejarah generasi anak bangsa. Generasi ke depan harus tahu pentingnya perjuangan nenek moyangnya. Masa tokoh besar seperti Bung Karno tempat lahirnya saja belum jelas?", ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan oleh Binhad Nurrohmat, Inisiator sejarah kelahiran Bung Karno. Ia menilai penetapan ini sebagai langkah penting untuk menjamin perlindungan situs secara optimal.
"Situs itu kan benda ya. Kalau tidak segera ditetapkan, nanti tidak ada keterpeliharaannya. Saat ini, perawatan hanya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat desa. Karena itu, harus segera ditetapkan supaya pemerintah turut andil agar benda-benda cagar budaya itu tidak dirusak, tidak dicuri, atau digusur,” terangnya.
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945
- Bukan Renovasi, OPSHID Bangun 2 Rumah Gratis Dalam 16 Hari