Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Perjalanan Spiritual Dalam Mencari Makna Di Balik Kretek Sehat Tentrem

22 Juli 2026 15:00

Perjalanan Spiritual Dalam Mencari Makna Di Balik Kretek Sehat Tentrem

MENELA’AH KALIMAT “ST SEBAGAI NAFAS PERJUANGAN”

Beberapa tahun kemudian, teka-teki ini semakin benderang. Ketika Sang Maulana yang merupakan founder menjelaskan lambang ST dari sudut pandang beliau, terungkap bahwa logo pada ST tersebut adalah pertemuan dua segitiga. Segitiga dari bawah ke atas mencerminkan doa dan permohonan hamba, sementara segitiga dari atas ke bawah adalah bentuk anugerah Tuhan. Keduanya bertemu dalam satu titik temu, persis seperti hakikat sholat yang merupakan panggilan kerinduan antara Sang Pencipta dan hamba-Nya.

Tak hanya disitu, tahun 2023 tepatnya pada acara chaul Kyai Achmad Sanusi, Sang Mursyid menyampaikan mauidhotul chasanah yang salah satunya membahas tentang awal mula mendirikan Sehat Tentrem, berdasarkan cerita Sang Mursyid saat itu Beliau ingin membuat kenangan yang diteruskan oleh anak Beliau yakni Bapak Subchi Azal Tsani, karena masyarakat Kabuh sebagian besar merupakan petani tembakau jadi kenangannyapun harus yang sesuai dengan petani tembakau kemudian Sang Mursyid memberi modal kepada Bapak Subchi sepuluh juta dan Sang Mursyid beristicharoh membaca surat At-Taubat ayat 112 yang bunyinya “atta’ibunal ‘abidunal chamidunnas- sa’ichunar roki’uuna” setelah Beliau sampai pada kalimat roki’uuna Beliau akhirnya menyampaikan kepada Bapak Subchi untuk membuat rokok saja. Dari situ munculah rokok Sehat Tentrem. Dimana salah satu tujuannya adalah untuk mengangkat kehidupan masyarakat sekitar.

Bahkan ketika baru-baru ini muncul jargon "Nafas Perjuangan" pada promosi ST di Purwodadi, hati saya bergetar. Jargon itu mengunci seluruh pencarian spiritual saya sejak tahun 2015. Banyak orang yang mengartikan "Nafas Perjuangan" dalam ruang lingkup organisasi atau kontribusi materi bagi Shiddiqiyyah. Namun bagi saya pribadi, maknanya jauh menembus batas itu.

Jika hidup kita sudah benar-benar sehat dan tentram, maka tidak ada lagi ruang untuk mengeluhkan penderitaan dalam perjuangan. Justru sebaliknya, kita akan merasa sangat malu kepada diri sendiri jika dalam setiap keluar masuknya hembusan nafas kita, tidak ada nilai perjuangan dan ibadah di dalamnya. Menghirup ST adalah cara saya menyelaraskan diri, menyamakan frekuensi batin saya dengan Sang Maulana, yang pada akhirnya menuntun saya untuk se-frekuensi dengan Sang Mursyid.

Bagi saya, keajaiban-keajaiban ST yang bersifat unlogic atau maunah yang sering diceritakan orang-orang—seperti kesembuhan fisik atau keuntungan materi—itu urusan kecil. Rahasia terbesar Sehat Tentrem yang saya temukan di teras RST sepuluh tahun lalu adalah sebuah tamparan kesadaran: bahwa sebatang rokok ini adalah instrumen spiritual yang menggerakkan saya untuk selalu terjaga, menjaga sholat, membaca kitab diri, dan memastikan bahwa setiap helaan nafas yang tersisa adalah nafas yang bergerak demi sebuah perjuangan suci Lailaha illalloh.

 

Penulis: Dari salah satu anggota IKHWAN yang lebih senang dipanggil Mas Ulil (Malang).

 -----------

Resonansi Pembaca adalah rubrik tulisan pembaca OPSHID Media. Apabila anda tertarik untuk mendaftarkan tulisan anda untuk mendapat peluang diterbitkan di OPSHID Media, berikut tata caranya:

1) Kirimkan file tulisan anda dalam bentuk lampiran file doc.
2) Sertakan data diri anda berupa: nama, alamat, dan no. hp.
3) Foto/gambar referensi dari tulisan, bila ada.

Kirim ke alamat email berikut: opshidmedia@gmail.com atau saadatush@opshid.net 

Penulis:

Editor: Sa’adatush S.