Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Rumah Gratis untuk Sriyatun, Janda di Pati

· 5 menit baca · Diperbarui

Rumah Gratis untuk Sriyatun, Janda di Pati

Saat takmir masjid datang, Sriyatun hanya dimintai izin untuk memotret rumahnya. Ia belum mengetahui siapa yang akan memberikan bantuan ataupun dari mana bantuan itu berasal. Namun, tanpa banyak bertanya, ia langsung mengizinkan. Dalam hati, ia berharap kesempatan tersebut mungkin menjadi jalan untuk mendapatkan rumah yang lebih layak.

Harapan itu menjadi kenyataan ketika tim DPD OPSHID Pati datang langsung dan memberi tahu Sriyatun bahwa ia akan menerima bantuan pembangunan Rumah Syukur. Terkejut dan bersyukur, ia berkali-kali mengucapkan terima kasih karena akhirnya bisa memiliki rumah layak tanpa menanggung biaya pembangunan.

Sriyatun tidak pernah membayangkan akan menerima bantuan dari orang-orang yang sebelumnya tidak dikenalnya. Apalago rumah yang diwujudkan ternyata jauh lebih baik daripada yang semula dibayangkannya.

Awalnya, Sriyatun mengira rumah itu hanya berupa bangunan sederhana berdinding tembok. Namun, seiring berjalannya pembangunan, ia melihat rumah berukuran 15,5 × 7,5 meter itu diwujudkan dengan lebih baik dari perkiraannya.

Mimpi yang Menjadi Kenyataan

Proses pembangunan itu juga membuat Sriyatun teringat pada mimpi yang pernah dialaminya ketika suaminya masih hidup. Dalam mimpi tersebut, orang tuanya membuatkan sebuah rumah untuknya, tetapi dengan syarat suaminya tidak boleh menempatinya. Saat itu, ia sempat mengaitkan mimpi tersebut dengan kondisi suaminya yang sedang sakit. Mimpi serupa bahkan dialaminya hingga dua kali.

Kini, ketika Rumah Syukur benar-benar dibangun untuknya, Sriyatun kembali teringat pada mimpi tersebut. Ia merasa mimpi yang dialaminya kini menjadi kenyataan, seolah menjadi petunjuk tentang rumah yang akhirnya ia terima.

Ia pun masih sulit mempercayai adanya bantuan ini, “Terus terang, sampai sekarang saya masih belum menyangka bisa mendapatkan rumah sebagus ini. Saya tidak mengenal orang-orang Shiddiqiyyah sebelumnya, tetapi mereka bersedia membangunkan rumah untuk saya. Saya sangat bersyukur, apalagi keinginan saya memiliki tiga kamar tidur juga dipenuhi. Semoga setelah mendapatkan rumah yang lebih baik ini, kehidupan saya dan anak-anak juga menjadi lebih baik ke depannya,” harap Sriyatun.

Rumah Gratis untuk Sriyatun, Janda dari Pati
Progres Rumah Syukur 80%

Bagi jiwa-jiwa OPSHID Pati, rumah tersebut diharapkan menjadi awal bagi keluarga penerima untuk menata kehidupan yang lebih baik.

“Rumah Syukur ini menjadi jawaban atas harapan yang selama ini dinantikan penerima. Kami ingin rumah ini menjadi tempat bagi sebuah keluarga untuk membangun kehidupan yang lebih baik,” harap Legiyanto, Ketua DPD OPSHID Pati.

Keinginan memiliki rumah layak tidak selalu berarti seseorang mampu mewujudkannya melalui setiap bantuan yang ditawarkan. Dalam kondisi ekonomi yang terbatas, kekhawatiran menanggung biaya tambahan justru dapat menjadi penghalang. Karena itu, memahami keadaan penerima menjadi bagian penting agar bantuan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya.

Melalui Rumah Syukur, OPSHID hadir sebagai solusi dengan membangun rumah secara totalitas kepada seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan. Bantuan ini sesuai dengan kondisi Sriyatun, sehingga keinginannya memiliki rumah yang lebih layak akhirnya dapat terwujud. (OPSHID Media)

Penulis:

Editor: Nuraida