ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Suliyastiningsih: Rumah Syukur yang Mengubah Air Mata Menjadi Senyuman di Kaki Gunung Arjuno
· 5 menit baca · Diperbarui
GOTONG ROYONG MENGHIDUPKAN NILAI KEMERDEKAAN
Pembangunan Rumah Syukur untuk Suliyastiningsih tidak hanya datang dari warga Shiddiqiyyah, masyarakat sekitarpun ikut semangat menyambut program tersebut dengan ikut serta dalam bergotong royong membantu selama proses pembangunan. Di malam haripun, beberapa warga rela ikut lembur agar pembangunan bisa selesai tepat waktu sebelum tanggal 17 Agustus mendatang, sehingga rumah dapat segera diserahkan kepada keluarga penerima.
Menaggapi program rumah syukur Shiddiqiyyah, Ketua RW 03 Geneng Barat, Sumari, menyampaikan rasa terima kasih kepada warga Shiddiqiyyah Pasuruan atas kepedulian terhadap salah satu warganya yang dibangunkan rumah.
"Kami segenap warga Geneng Barat mengucapkan ribuan terima kasih kepada kepedulian jamaah Shiddiqiyyah. Semoga penerima Rumah Syukur beserta keluarganya dapat hidup lebih baik, baik dari sisi ekonomi maupun tempat tinggalnya." Ungkap Sumari.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Achmad Hilmi, mahasiswa Universitas Negeri Malang yang sedang melaksanakan KKN di Desa Ledug.
"Saya sangat kagum dengan Program Santunan Nasional yang diadakan oleh Shiddiqiyyah. Program ini benar-benar membantu masyarakat yang belum memiliki rumah layak huni akhirnya memiliki rumah yang layak dan nyaman. Saya berharap program seperti ini terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang hidup makmur dan sejahtera," terangnya.
Rumah Syukur bukan hanya tentang membangun bangunan, tetapi juga membangunan harapan, menghidupkan optimisme, dan mengingatkan bahwa di saat ini, sekarang ini, masih ada orang yang peduli terhadap sesama manusia.
Kemerdekaan sejati bukan hanya tentang bebas dari penjajahan, tetapi juga tentang menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi sesama. Ketika rasa syukur diwujudkan dalam tindakan nyata, maka manfaatnya akan dirasakan oleh banyak orang. Semoga Program Rumah Syukur ini menjadi inspirasi bahwa sekecil apapun, kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi jalan hadirnya pertolongan Alloh SWT.
Penulis: Tofa Arifin dari OPSHID Pasuruan
- OPSHID Serahkan 7 Rumah Gratis Siap Ditempati
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945