ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Chrinsesia: Ditinggal Wafat Sang Suami, Rumah Syukur Pertama Menjejak di Tanah Papua
· 4 menit baca · Diperbarui
Bagi Chrinsesia, rumah itu adalah jawaban atas doa yang selama ini dipanjatkannya. Bertahun-tahun ia dan keluarganya menunggu. Banyak yang datang, bertanya, mendata, dan mengambil gambar rumah mereka. Namun, tak ada satu pun yang benar-benar berujung pada sebuah rumah baru.
Hingga kemudian, orang-orang yang sebelumnya tidak mereka kenal datang membawa sesuatu yang telah lama mereka harapkan: Dibangunkan Rumah Gratis.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih bahwa Tuhan selama ini, apa yang kami mohonkan itu Tuhan wujudkan. Ada bantuan rumah yang bisa kami tempati. Ini memang sudah banyak yang datang mengambil foto, tanya-tanya ini itu, tapi sampai sekarang juga sudah berapa tahun belum terlaksana. Saudara-saudara di Shiddiqiyyah bisa memberikan perhatian kepada kami, rasa peduli kepada kami. Kami sangat bersyukur,” ungkap Chrinsesia.
Hingga akhir Juli 2026, pembangunan telah mencapai sekitar 60 persen. Pekerjaan memasuki tahap plester dinding, pemasangan plafon, dan persiapan pengecoran lantai.
Rumah berukuran 5x7 meter tersebut dibangun melalui dana shodaqoh warga Thoriqoh Shiddiqiyyah dari berbagai daerah di Papua, penggalangan dana melalui penjualan kaos Sehat Tentrem, para simpatisan, serta berbagai bentuk kepedualian lainnya.
Seluruh proses pembangunan pun dikerjakan secara gotong royong oleh warga Thoriqoh Shiddiqiyyah sekitar, dengan proses pembangunan dapat selesai sesuai target. Dengan demikian, keluarga mendiang David Pakaimu dapat segera menempati rumah barunya setelah diresmikan secara serentak pada akhir Agustus mendatang. (OPSHID Media)
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945
- Bukan Renovasi, OPSHID Bangun 2 Rumah Gratis Dalam 16 Hari