ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Oha: Terlilit Rantai Kemiskinan Hingga Hari Tua
· 4 menit baca · Diperbarui
Ujian demi ujian sudah diterima Oha beserta keluarga, dan setiap ujian dari Alloh sesungguhnya terdapat hikmah besar di baliknya. Jika Alloh sudah berkehendak, dalam sekejap hidup Oha bisa berubah. Siapa sangka ternyata Alloh telah menyiapkan rencana yang begitu indah untuk Oha beserta keluarga, diawali dengan pertemuan dengan salah satu anggota OPSHID yang bernama Mukhrodin.
Mukhrodin datang ke rumah Oha beserta kawan-kawan OPSHID lainnya, dengan niat memberi tahu bahwa Oha adalah salah satu orang yang mendapat Rumah Pintar Shiddiqiyyah atau RPS. RPS adalah program OPSHID FKYME dalam rangka tasyakkuran kemerdekaan Bangsa Indonsia dan Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia ke-80. Awalnya Oha dan Kaemah tidak percaya, mereka takut itu hanya penipuan. Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang sangat memprihatinkan, Oha takut jika pembangunan ini hanya akan memperumit hidupnya.
"Tiba-tiba ada orang datang bilang mau membangunkan rumah. Ya nggak mungkinlah mau membangun rumah cuma-cuma. Nanti kalau disuruh ganti gimana kan nggak ada uang," tutur Oha dengan logat kental bahasa Sunda.
OPSHID terus meyakinkan Oha bahwa program ini bukan penipuan. Banyak rumah yang sudah dibangun oleh OPSHID. Akhirnya Oha beserta Kaemah berusaha untuk yakin. Benar saja, beberapa hari setelahnya OPSHID memulai pembangunan rumah Oha.
Lewat tangan-tangan OPSHID tersebut Oha mendapat rezeki berupa rumah syukur gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun. Kini rumah Oha dalam proses pembangunan oleh OPSHID dan sudah 90% hampir selesai. Kebahagiaan terpancar dari raut wajah Oha saat mengutarakan kebahagiaan dan rasa syukurnya atas dibangunkannya rumah syukur oleh OPSHID. “Rumahnya jadi gedung bagus kayak rumahnya presiden” tutur Oha dengan bangga.
"Bersyukur sekali keluarga saya rumahnya sudah dibangun. Ya kapan lagi dan siapa lagi kan yang mau bangunin. Ini rezekinya orang tua. Kami sekeluarga berterimakasih kepada OPSHID semuanya. Semoga tetap lanjut kedepannya jangan menyerah dan setiap tahun ada pembangunan terus. Semoga lebih banyak lagi rumah yang dibangun ke depannya," tambah putra Oha.
Adanya rumah syukur ini diharapkan bisa membawa kehangatan kembali ke dalam keluarga Oha, serta dapat mengeluarkan keluarga Oha dari jurang kemiskinan. Semoga rumah tersebut bisa membawa keberkahan serta ketentraman di hari tua Oha dan Kaemah. (OPSHID Media)
- OPSHID Serahkan 7 Rumah Gratis Siap Ditempati
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945