Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Oha: Terlilit Rantai Kemiskinan Hingga Hari Tua

04 Agustus 2025 09:00

Oha: Terlilit Rantai Kemiskinan Hingga Hari Tua

Rantai kemiskinan yang melilit Oha (76) beserta keluarganya tak kunjung putus. Usia yang semakin renta namun ujian hidup tetap tiada habisnya. Di usia yang senja, Oha beserta istrinya, Kaemah (68), harus tetap berjuang mati-matian demi bertahan hidup. Seretnya ekonomi juga membuat hilangnya keharmonisan dalam rumah tangga.

Oha dan Kaemah tinggal di desa Wangun Sari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. 5 anak mereka sudah berumah tangga, 4 orang tinggal di ibukota dan 1 orang tinggal di rumah sebelah mereka.

Oha dan Kaemah juga sudah mempunyai cucu, bahkan cicit. Di usia senja tersebut di mana Oha dan Kaemah seharusnya menikmati hari-hari tua mereka dengan tenang, ironisnya mereka masih terlilit masalah ekonomi. Rumah yang harusnya jadi rumah pensiun mereka, tidak bisa dihuni dengan nyaman karena alasan ketidaklayakan. 

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, Oha masih harus bekerja sebagai petani padi. Oha menyewa tanah orang lain untuk ditanami padi, dengan harga sewa 2,5 kwintal padi setiap panen. Sisa panen, bisa dijual sendiri oleh Oha. Namun ternyata hasil dari sawahnya belum bisa mencukupi kebutuhan keluarga sepenuhnya. Selain mengurus sawah Oha harus tetap bekerja serabutan. Jika saat musim panen tiba, Oha tidak hanya memanen padinya sendiri. Ia juga bekerja sebagai buruh tani di sawah milik tetangga-tetangganya. Selain itu, istrinya Kaemah juga membantu sebagai buruh tani atau membantu menjemur hasil tani suaminya.

Sayangnya, di zaman yang semakin modern kebanyakan orang lebih memilih menggunakan mesin dibanding memperkerjakaan orang. Hal itu membuat Oha semakin sulit mendapat tambahan pekerjaan. Pernah, suatu ketika Oha tidak mendapat pekerjaan sama sekali hingga tidak punya uang sepeserpun, mau tidak mau Oha dan keluarga harus berpuasa, karena tak memiliki beras di rumah.

Ujian hidup semakin bertambah ketika kaki Kaemah lumpuh sekitar 10 tahun silam akibat jatuh. Hal itu tentu semakin memperburuk keadaan ekonomi keluarga. Semenjak itu Oha harus bekerja sendiri untuk menghidupi keluarganya. Semakin hari usia Oha semakin bertambah tua, fisiknya sudah tak sekuat saat muda, namun rasanya hidup belum membawanya pada keberuntungan.

4 dari 5 anaknya sudah memiliki tempat tinggal di Jakarta. Namun mereka jarang pulang ke kampung halaman untuk menjenguk kedua orang tuanya. Di sisi lain ekonomi anak-anaknya belum stabil namun di sisi lain orang tuanya menginginkan kehadiran anak-anaknya. Karena permasalahan ekonomi tersebut menjadikan renggangnya hubungan antara anak-anak dan orang tua.

Dengan sisa umurnya Oha harus tetap berjuang mati-matian untuk bertahan hidup, meski begitu Oha berusaha menjalani hidup dengan penuh kesabaran. 

"Namanya orang tua bu, hidup seperti itu sudah biasa. Kadang punya uang sedikit kadang juga nggak punya uang tapi ya tetap harus bersyukur," terang anak bungsu Oha, Ade, saat menceritakan keadaan kedua orang tuanya.

Penulis: Nur Mika Sari

Editor: Sa’adatush S.