ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sopiah: Anak-Anakku Harus Sekolah
· 5 menit baca · Diperbarui
BERTEMU DENGAN PEMUDA SHIDDIQIYYAH
“Alchamdulillah, bersyukur, seneng saya, seneng banget gak kebayang bisa rejeki semudah ini. terima kasih sama gusti Alloh, sama semuanya ya. Meluangkan waktu dan segala-galanya.” Sopiah mengungkapkan perasaannya ketika pertama kali bertemu OPSHID dengan terus menggenggam tangan kami. Matanya berbinar dengan senyumnya yang terlihat manis.
Ketika kami bertanya bagaimana kondisi rumah sebelum bertemu OPSHID. Ia bercerita keadaanya yang ketika hujan datang maka penghuni rumah tak bisa tidur dengan nyenyak karena khawatir atapnya roboh.
“Kondisi rumah mpun membal, mpun pecah, kulo lapisi triplek-triplek, karpet, kulo sanjang lare kulo sing bajeng pelan-pelan jalannya, nanti ambruk". (Kondisi rumah sudah rapuh, sudah pecah, saya lapisi triplek, karpet. Saya bilang ke anak-anak kalau kalan pelan-pelan saja, nanti ambruk).
Belum selesai kami bershillaturrochmi, tiba-tiba hujan mengguyur kota Jakarta. Kamipun mengajak Bu Sopiah ikut ke rumah salah satu anggota OPSHID yang rumahnya masih di daerah yang sama. Dari gerak dan sinar matanya, beliau sangat bersyukur akhirnya dapat mengenal pemuda-pemuda Shiddiqiyyah.
Sopiah sempat kaget ketika kami bercerita bahwa berasal dari Ploso, Jombang. Obrolan hangat di rumah tersebut membuat ia terus berucap terima kasih. Kami menghabiskan siang itu dengan makan siang bersama.
Setelah hujan berhenti Bu Sopiah ingin menunjukkan tempat tinggal sementara, yang dikontrakkan oleh anggota OPSHID Jakarta Utara. Tak lama kami pun berpamitan, ia memeluk kami dengan sangat erat seperti seorang ibu yang lama tidak bertemu anak-anaknya. Dalam peluknya, Bu Sopiah mendoakan “sehat, lancar-lancar rejeki sedoyo mawon (rezeki semuanya). Terus bermanfaat untuk Indonesia Raya.”
Nasib gadis desa di gemerlap Ibu Kota Jakarta, bisa jadi... tak hanya satu Sopiah di Jakarta. (OPSHID MEDIA)
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945
- Bukan Renovasi, OPSHID Bangun 2 Rumah Gratis Dalam 16 Hari