ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sopiah: Anak-Anakku Harus Sekolah
06 Oktober 2024 07:00
BERTEMU DENGAN PEMUDA SHIDDIQIYYAH
“Alchamdulillah, bersyukur, seneng saya, seneng banget gak kebayang bisa rejeki semudah ini. terima kasih sama gusti Alloh, sama semuanya ya. Meluangkan waktu dan segala-galanya.” Sopiah mengungkapkan perasaannya ketika pertama kali bertemu OPSHID dengan terus menggenggam tangan kami. Matanya berbinar dengan senyumnya yang terlihat manis.
Ketika kami bertanya bagaimana kondisi rumah sebelum bertemu OPSHID. Ia bercerita keadaanya yang ketika hujan datang maka penghuni rumah tak bisa tidur dengan nyenyak karena khawatir atapnya roboh.
“Kondisi rumah mpun membal, mpun pecah, kulo lapisi triplek-triplek, karpet, kulo sanjang lare kulo sing bajeng pelan-pelan jalannya, nanti ambruk". (Kondisi rumah sudah rapuh, sudah pecah, saya lapisi triplek, karpet. Saya bilang ke anak-anak kalau kalan pelan-pelan saja, nanti ambruk).
Belum selesai kami bershillaturrochmi, tiba-tiba hujan mengguyur kota Jakarta. Kamipun mengajak Bu Sopiah ikut ke rumah salah satu anggota OPSHID yang rumahnya masih di daerah yang sama. Dari gerak dan sinar matanya, beliau sangat bersyukur akhirnya dapat mengenal pemuda-pemuda Shiddiqiyyah.
Sopiah sempat kaget ketika kami bercerita bahwa berasal dari Ploso, Jombang. Obrolan hangat di rumah tersebut membuat ia terus berucap terima kasih. Kami menghabiskan siang itu dengan makan siang bersama.
Setelah hujan berhenti Bu Sopiah ingin menunjukkan tempat tinggal sementara, yang dikontrakkan oleh anggota OPSHID Jakarta Utara. Tak lama kami pun berpamitan, ia memeluk kami dengan sangat erat seperti seorang ibu yang lama tidak bertemu anak-anaknya. Dalam peluknya, Bu Sopiah mendoakan “sehat, lancar-lancar rejeki sedoyo mawon (rezeki semuanya). Terus bermanfaat untuk Indonesia Raya.”
Nasib gadis desa di gemerlap Ibu Kota Jakarta, bisa jadi... tak hanya satu Sopiah di Jakarta. (OPSHID MEDIA)
- Chrinsesia: Ditinggal Wafat Sang Suami, Rumah Syukur Pertama Menjejak di Tanah Papua
- Surat Terbuka Yang Tidak Dibuka: Catatan Tentang Paket Rahasia Sehat Tentrem
- Suliyastiningsih: Rumah Syukur yang Mengubah Air Mata Menjadi Senyuman di Kaki Gunung Arjuno
- Perjalanan Spiritual Dalam Mencari Makna Di Balik Kretek Sehat Tentrem
- Martono: Buruh Sampah Yang Dapat Rumah Gratis
- Eksperimen Kretek Untuk Penyembuhan - Catatan Pribadi Dokter Hewan Tentang Sehat Tentrem
- Putiah: Puluhan Tahun Jual Jamu Keliling, Baru Kini Rasakan Rumah Yang Layak
- Syukuri Tahun Baru 1448 Hijriyyah di Grobogan, Sang Mursyid Ungkap Hikmah Dibaliknya
- Pilar Syukur Dalam Lima Proyek Khususul Khusus Shiddiqiyyah
- Rumah Jadi Dalam 12 Hari, Ini Rahasia Percepatan Pembangunan di Kudu, Jombang