ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Tambah: Rumah Habis Terbakar, Keluarga Hampir Jadi Gelandangan
29 September 2024 17:00
“Awalnya kita punya rumah, biar kerjanya serabutan asalkan cukup buat makan sehari-hari. Kita juga ada warung meskipun kecil-kecilan, tapi setelah kebakaran, semuanya habis tidak ada yang tersisa”, ujar Tambah dengan raut bersedih
“Kita pasti sedih, tapi kalaupun nangis ya bagaimana? Udah kejadian... di hati menangis tapi di luar berusaha tetap tersenyum. Saya hanya berdo’a insyaAlloh dengan mahabbahnya (cintanya) Alloh ada gantinya lagi, suatu saat atau kapan kita nggak tau”, tambahnya.
Setelah kebakaran Tambah beserta keluarga tidak punya apa-apa, hanya membawa satu baju yang dipakainya. Uang sepeserpun juga tidak ada. Tambah juga bercerita, setelah kebakaran ia beserta keluarga nyaris seperti gelandangan. Istri dan anak-anaknya mengungsi di rumah saudaranya, sedangkan Tambah dan saudaranya tidur di emper orang.
“Setelah kebakaran, hampir satu bulan penuh kita itu kaya jadi gelandangan. Istri saya di rumah kakak saya, kalau saya cuma mampir di saudara pas pulang kerja. Lalau saya main ke saudara ditanya udah makan belum, saya bilangnya udah, padahal belum makan aslinya. Ya gimana kita malu. Baju juga cuma satu. Tidurnya sama abang saya di emperan”, begitulah cerita Tambah.
Mengetahui tetangganya terkena musibah kebakaran, tetangga Tambah tidak tinggal diam. Mereka silih berganti mendatangi Tambah untuk memberikan bantuan berupa sembako, pakaian, bahkan ada yang membawa rak piring dan bahan-bahan makanan lainnya.
Sempat juga beberapa hari pasca kebakaran ia didatangi oleh beberapa orang dari pemerintah dengan kabar akan memberikan bantuan. "Ada beberapa orang dari pemerintah datang ngomong Insya Alloh ada bantuan. Paling cepat dua bulan dan paling lama tiga bulan. Dalam hati saya senang, alchamdullilah, tapi setelah itu nggak ada kabar lagi. Ya mungkin masih sibuk", ujarnya.
Setelah kurang lebih 1 bulan hidup bagaikan gelandangan, Tambah beserta keluarga akhirnya mengontrak di rumah saudaranya, dengan biaya 800 ribu per bulan.
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus