ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sulasmi: Makan Sehari-Hari Dari Gotong Royong Warga
03 Juli 2024 17:00

Jombang – Sakit seringkali menjadi perintang kegiatan sehari-hari. Namun di balik susahnya menanggung rasa sakit, bantuan dari Alloh akan selalu datang dalam bentuk lain. Seperti itu pula yang dialami Ibu Sulasmi (59), warga Desa Jombok Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang. Beliau tinggal bersama adiknya bernama Sukirman (52) di rumah peninggalan orang tua mereka. Sulasmi memiliki putra bekerja di Mojokerto yang jarang pulang, dan seorang putri sudah menikah dan tinggal bersama keluarganya.
Sulasmi menderita sakit di kakinya sejak 3 tahun yang lalu. Menurut dokter, sakit di kakinya itu akibat pengapuran. "Kata dokter sakitnya pengapuran. Sempat terapi bolak balik tapi masih belum sembuh", tutur Sulasmi.
Karena sakitnya itulah, Sulasmi jadi kesulitan untuk bekerja dan menafkahi hidupnya dan juga adiknya Sukirman. "Sebenernya aku masih ingin kerja, gak enak gantungno uwong (tidak enak bergantung kepada orang lain—red)", ucap Sulasmi.
Di samping itu, adiknya Sukirman juga tidak mampu untuk bekerja. Dahulu, Sukirman sempat bekerja dalam suatu proyek konstruksi di Kalimantan. Namun semenjak Ibu dari Sukirman dan Sulasmi wafat, pikirannya mulai tidak karuan. Ia tidak bersemangat lagi untuk bekerja karena kesehatan mentalnya yang makin tidak stabil. Sepulangnya dari Kalimantan, Sukirman mengungkapkan bahwa ia ingin 'mondok' di suatu tempat di Gresik.
"Mondok di Gresik 2 minggu. Tapi agamanya itu keras", tutur Sulasmi. Ternyata yang Sukirman ikuti itu adalah aliran yang menentang keras Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kemasukan doktrin-doktrin ekstremis semakin mengacaukan akal sehat dan mental Sukirman. Gara-gara hal tersebut, ia sering menimbulkan masalah-masalah yang tentunya merepotkan Sulasmi sebagai kakaknya. Mental Sukirman sering kambuh dan menimbulkan kekacauan tanpa disadari. Keluarga sudah mencari obat kemana-mana, tetapi belum ada yang bisa menyembuhkan Sukirman.
"Takdirnya ya seperti ini nak, sudah keadaan seperti ini, dititipi adek seperti itu. Diparingi cobaan kale Gusti Alloh kuat nopo mboten (diberi cobaan oleh Gusti Alloh kuat atau tidak—red)" ujar Sulasmi.
Karena kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, Sulasmi kerap dibantu oleh masyarakat setempat. Terutama oleh tetangganya yang bernama Hery Kurniawan, beliau adalah warga Thoriqoh Shiddiqiyyah.
Sulasmi dan Hery memang sudah dekat sejak dulu. Setelah Hery belajar di Shiddiqiyyah, beliau sering mengajukan Sulasmi sebagai penerima santunan rutin di Pesantren Shiddiqiyyah.
Sulasmi sendiri sempat menceritakan pengalamannya ketika diundang menjadi penerima santunan dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW. "Aku diundang 2 kali, aku ngerasakno dewe arek-arek e ramah-ramah. Alchamdulillah nak, wes budal dijemput, disambut, disangoni, diwehi sarapan, gari lungguh tok (aku diundang 2 kali, aku merasakan sendiri anak-anak disana ramah-ramah. Alchamdulillah nak, sudah berangkatnya dijemput, disambut, diberi uang & sembako, diberi sarapan, tinggal duduk saja)", tutur Sulasmi.
Ketika Hery ditanya mengapa beliau membantu Sulasmi, “setelah saya belajar di Ploso dari Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, saya jadi lebih mantap untuk membantu. Supaya bisa menjadi manfaat semampu kita, melihat keadaan Ibu Sulasmi seperti itu. Nggak saya aja, warga sekitar juga ikut membantu,” jawabnya.
Simpati warga sekitar terhadap Sulasmi memang sangat baik. Setiap hari, kebutuhan makanan Sulasmi dan Sukirman tercukupi oleh warga sekitar. Sehingga, meski tidak bekerja, kelangsungan hidup Sulasmi dan Sukirman tetap terjaga.
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon