ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sulasmi: Makan Sehari-Hari Dari Gotong Royong Warga
03 Juli 2024 17:00

Sulasmi dan Sukirman tinggal di rumah yang sempit. Suatu hari, jiwa-jiwa OPSHID berkunjung ke rumah Sulasmi, membawa kabar bahwa Sulasmi akan dibangunkan rumah sendiri di belakang rumah yang saat ini ditinggali, sehingga tidak tinggal bersama adiknya lagi di rumah yang sempit itu.
Sulasmi tentu kaget, seakan mendapat rejeki nomplok. Warga setempat juga sangat mendukung Sulasmi mendapatkan Rumah Syukur ini. “dengan proses pembangunan ini warga sekitar juga mendukung. Di samping mendukung dari pembangunan, ada yang mendukung lewat air, lampu, dan basecamp”, jelas Hery.
Di sisi lain, pembangunan Rumah Syukur ini seakan menunjukkan ‘keajaiban’nya. Sukirman yang sebelumnya memiliki masalah kesehatan mental dan ingin sendiri, kini semakin terbuka untuk bersosialisasi khususnya dengan para relawan pembangunan Rumah Syukur. Bahkan Sukirman turut membantu pembangunan bersama para relawan.
“Adeknya Bu Sulasmi ini cepet akrab dan sangat rajin sekali membantu relawan-relawan pembangungan ini. Sekarang jadi kayak orang normal seperti kita ini, bisa diajak bicara, diajak ngopi bareng pun bisa,” demikian kata Bapak Zainul selaku Penanggung Jawab bantuan tenaga kerja dan konsumsi dari DPD OPSHID Mojokerto.
Shiddiqiyyah tidak melihat latar belakang dalam berbagi, memberikan masyarakat yang membutuhkan untuk menerima Rumah Syukur. Dan terlihat jelas bahwa penerimaan para relawan kepada Sukirman telah memulihkan gangguannya. Hal ini dapat terjadi sebab kerelaan, kelapangan dada para relawan dalam segi kemanusiaan sangatlah besar.
Program Rumah Syukur dalam rangka Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI ke 79 ini telah membuktikan sekali lagi bahwa Shiddiqiyyah sukses dalam 'merawat' Indonesia. Sesuai dengan tema yang diberikan langsung oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, "Pangruwatan Indonesia" (Merawat Indonesia).
"Syukur alchamdulillah, mugo-mugo sing maringi aku diparingi rejekine melimpah, panjang umur, paringi kesehatan, mudah urusan dunia akhirat, dilindungi oleh Alloh dimana saja. Aku yo mek iso dungo nak (syukur alchamdulillah, semoga yang memberi saya diberikan rejeki yang melimpah, panjang umur, kesehatan, mudah urusan dunia akhirat, dilindungi oleh Alloh dimana saja. Saya hanya bisa berdo'a)", ucap Sulasmi menitikkan air mata haru. (OPSHID Media)
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon