ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Nadih: Rumah Rapuh dan Sempit Ditinggali 8 Orang
18 Oktober 2023 17:00
BEKASI – Kehidupan yang keras dan biaya hidup yang tinggi di Bekasi, membuat pasangan suami istri Pak Nadih (55) dan Ibu Nurhayati (45) harus berjuang ekstra. Tinggal di Desa Teluk Pucung, Kec. Bekasi Utara, Kota Bekasi, Pak Nadih dan Ibu Nur harus menghidupi 8 anggota keluarga.
Di dalam sebuah rumah yang sudah tidak layak huni, Pak Nadih dan Ibu Nur tinggal bersama 4 anak mereka Nashuri (31), Adi Aprian (29), Irna Nadia (27), Maya Nadila (25), dan 2 cucu Arlodia Putri Arlista (14) dan Ahmad Rifki (1).
Dulunya Pak Nadih sendiri sempat bekerja sebagai supir angkot dalam beberapa tahun. Sepinya peminat angkot pada waktu itu akhirnya membuat Pak Nadih harus berhenti dari pekerjaannya. Saat ini keseharian pak Nadih bekerja sebagai kuli serabutan dan juga berkebun menanam cabe, terong, dan singkong di sepetak ladang milik orang lain. Dengan luas tanah 10x6m, hasil yang didapat hanya bisa dibuat untuk sekeluarga dan dibagi dengan pemilik ladang. Di samping itu, Ibu Nur juga membantu dengan berjualan nasi uduk dan gorengan di depan rumah.
“Pekerjaan saya buruh serabutan tukang, sambil ngebun di bawah pinggir kali, kebon singkong terong dan pisang. Istri saya berjualan nasi uduk dan gorengan”, kata pak Nadih.
Anak pertamanya Nashuri telah menikah, dikaruniai seorang anak perempuan Arlodia Putri Arlista yang masih duduk dibangku SMP. Nashuri sendiri harus bekerja sebagai kuli gosok untuk bisa membiayai anaknya, lantaran telah bercerai dengan suaminya 3 tahun lalu.
Adi Aprian sebagai anak kedua masih belum menikah dan saat ini masih mencari pekerjaan usai keluar dari pekerjaan sebelumnya. Sedangkan anak ketiganya, Irna Nadia juga belum menikah, tengah bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran kecil, itupun dengan gaji yang kurang dari seharusnya.
Maya Nadila sebagai anak terakhir sudah lebih dulu menikah daripada kedua kakaknya. Dengan suaminya Deni Bagus Santoso (31), mereka dikarunia seorang putra bernama Ahmad Rifki yang masih bayi. Namun keduanya tak bisa tinggal bersama di rumah Maya dikarenakan rumah yang kecil dan sempit, sehingga Deni harus tinggal di rumahnya sendiri. Selain itu, Maya juga masih memerlukan bantuan Ibunya dalam mengasuh anaknya.
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus