ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Nadih: Rumah Rapuh dan Sempit Ditinggali 8 Orang
18 Oktober 2023 17:00
Sebagai kepala rumah tangga, Pak Nadih memiliki tanggung jawab besar untuk mengurus ke-8 anggota keluarganya. Terlebih tinggal di kota yang besar dengan penghasilan Rp 50.000./hari, membuat Pak Nadih dan sekeluarga harus bisa mencukup-cukupkan kebutuhan di balik tingginya biaya hidup di Kota Bekasi.
Dengan keadaan rumah yang kecil dan sempit, tak jarang jika musim hujan datang, menyebabkan banyak genangan di rumah. Apalagi di waktu malam hari Pak Nadih dan sekeluarga mau tak mau harus terjaga karena air yang masuk dan banyaknya genangan. Sampai-sampai hampir semua barang dan pakaian bisa basah. Kondisi rumah memang sudah sangat rapuh, atapnya tak lagi dapat menahan derasnya air hujan yang menimpa, dinding-dinding rumah sudah mulai penuh dengan retakan.
“Genteng saya bocor, dinding rapuh, sebagian dinding dari triplek seng semua pada bocor. Kaca saya ditutup teriplak kayu-kayu juga pada rapuh”, jelas pak Nadih.
Sudah hampir 10 tahun tinggal bersama, rumah yang menjadi tempat untuk beristirahat dan berlindung dari kalutnya kehidupan di luar sana, justru menciptakan ketidaknyamanan. Beberapa kali sejumlah instansi datang menawarkan bantuan untuk membangunkan rumah Pak Nadih yang sudah tidak layak, namun semua itu hanya menjadi janji manis sesaat yang tidak ada buktinya.
Sampailah waktu ketika OPSHID datang pada Pak Nadih dan sekeluarga, dengan kabar bahwa OPSHID akan membangunkan Rumah Syukur untuk Pak Nadih. “Alchamdulillah terima kasih kepada OPSHID dan Shiddiqiyyah”, ujar pak Nadih.
Gemerlap kota besar seperti Bekasi memang tidak menjamin semua penduduk yang tinggal disana hidup dengan sejahtera. Di balik itu semua, ada penduduk seperti Pak Nadih yang harus tertatih-tatih dalam menghidupi keluarga karena tingginya biaya hidup. Pun juga, rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung, tak bisa menyediakan perlindungan yang memadai untuk keluarga. Dibangunkannya Rumah Syukur dan cita-cita memiliki rumah layak huni yang akhirnya terwujud menyimpan sebuah harapan bagi Pak Nadih. Beliau dan keluarga, meski harus bekerja sangat ekstra untuk memenuhi tingginya biaya kebutuhan hidup di kota besar, paling tidak kini bisa saling berlindung di dalam rumah mereka dan menghadapi keseharian dengan lebih optimis. (OPSHID Media)
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus