Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Pembangunan Rumah Gratis Yang Hadir Membawa Nilai Keimanan dan Kemanusiaan

28 September 2026 08:00

Pembangunan Rumah Gratis Yang Hadir Membawa Nilai Keimanan dan Kemanusiaan

Secara psikologis, memiliki rumah yang baik dan layak menimbulkan ketenteraman. Mereka yang awalnya tinggal di hunian tak layak, kini tak lagi harus kepanasan maupun kehujanan. Kondisi fisik yang membaik ini menghadirkan rasa ayem dan tentrem dalam hidup sehari-hari. Dari ketenteraman itulah lahir pikiran yang jernih, yakni pintu utama menuju penyelesaian berbagai persoalan hidup.

Dari sudut pandang sosial, penanganan kemiskinan sistemik tidak cukup hanya menyentuh dimensi fisik semata, melainkan harus menyasar pemulihan kondisi mental dan psikologis masyarakat. Langkah ini krusial untuk mendorong kemandirian serta kedaulatan warga dalam mengelola kehidupan mereka di Indonesia. 

Atas dasar itulah Rumah Syukur dibangun, sebagai sebuah ikhtiar untuk merangkul kembali jiwa-jiwa yang pernah dirundung pilu agar dapat kembali tersenyum, optimis, dan meresapi manisnya nikmat hidup di bumi Indonesia Raya. 

MAKNA TERSIRAT RUMAH SYUKUR OPSHID

Rumah Syukur merupakan program kemanusiaan yang dilaksanakan atas petunjuk Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi. Program ini tidak hanya menghadirkan rumah yang layak huni, tetapi juga menjadi wujud rasa syukur kepada Alloh sekaligus penanda sebuah peristiwa.

Karena itu, Rumah Syukur dilengkapi berbagai simbol keagamaan dan kebangsaan, seperti lambang negara Burung Garuda, Pembukaan UUD 1945, Surya Majapahit, lambang OPSHID, Front Ketuhanan Yang Maha Esa, dan Bendera Sang Merah Putih. Prasasti yang ditempatkan pada bangunan juga menjadi penanda bahwa Rumah Syukur tidak hanya dipandang sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai monumen yang memuat pesan dan nilai untuk diwariskan.

Di antara isi dari parasasti peresmian rumah syukur yakni

- Ayat Al Qur-an Surat Al-An’am ayat 162,

إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Alloh, Tuhan seluruh alam.

- Kalimat Wassalamu ‘ala manittaba‘a huda, artinya: Semoga keselamatan dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk. 

 تعظيم الإخلاص في أمور الدين الحق

- Ta'dzhimul Ikhlas fi Umuriddinil Haqq yang memiliki arti: Mengagungkan keikhlasan dalam urusan-urusan agama yang benar.

- Juga kalimat Chubbul Wathon Minal Iman atau cinta tanah air bagian dari iman.

Penulis:

Editor: Nuraida