ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Opini & EsaiPernyataan Merdeka Bangsa Indonesia: Pelecehan Kehormatan Sekutu
· 5 menit baca
Tepat ketika tulisan ini terbit, Bangsa Indonesia tengah mensyukuri kemerdekaannya ke-80 tahun. Tentu saja, belum sebanding dengan lamanya penjajah menduduki Indonesia.
Dalam artikel edisi kemerdekaan seri 1: NKRI Berdasarkan Konstitusi, Bukan Intervensi! dan seri 2:Kemerdekaan Bangsa Indonesia Bukan Hadiah Bangsa Asing mengajak pembaca untuk mengingat detik-detik proklamasi dan pernyataan bahwa kemerdekaan Bangsa Indonesia bukan hadiah dari bangsa asing.
Faktanya, di tengah kondisi global yang masih panas akibat Perang Dunia II, kabar kemerdekaan Indonesia menimbulkan gejolak politik internasional. Negara-negara kolonial, terutama Belanda yang masih ingin mempertahankan Hindia Belanda sebagai sumber ekonomi dan kekuatan, merasa kehilangan kendali.
Sekutu yang baru saja menang perang pun terbelah sikapnya: ada yang mendukung aspirasi rakyat Indonesia, namun ada pula yang masih memberi ruang bagi Belanda untuk kembali.
PENJAJAH ENGGAN MELEPAS SUMBER KEKAYAANNYA
434 tahun lamanya cengkeraman penjajah mencekik Ibu pertiwi, tidak ada kebebasan, semua diatur oleh bangsa penjajah tanpa belas kasih. Tampaknya, bangsa penjajah 'sangat betah’ menguasai Indonesia.
Bagaimana tidak? Secara geografis, Indonesia memiliki wilayah laut yang strategis, berada di jalan persilangan perdagangan dunia (Samudra Hindia dan Pasifik) dan memiliki selat Malaka, salah satu jalur tersibuk di dunia.
Tak hanya itu, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar dengan 17.000 pulau berjajar, mengandung kekayaan alam yang melimpah, seperti emas, minyak, gas alam, timah, nikel, tembaga, batu bara, serta lahan pertanian subur.
Indonesia juga dianugerahi iklim tropis dengan dua jenis musim yakni kemarau dan penghujan, menjadi satu di antara banyaknya faktor penyebab tanah Indonesia subur. Apa yang ditanam, tumbuh dengan baik. Tak terkecuali rempah-rempah yang tidak bisa tumbuh di negara mereka, di sini tumbuh bebas berkeliaran.
Sampai pada tanggal 15 Agustus 1945, ketika Jepang yang kala itu menguasai wilayah Indonesia menyerah pada Sekutu di Perang Dunia II.
Bagi bangsa Indonesia, kabar itu menjadi penyemangat para pejuang kemerdekaan untuk segara memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
- Rumah Gratis Mezzanine untuk Ghoni, Guru BTQ Mengabdi Belasan Tahun
- Syekh Mukhtar Mu’thi: Hati dan Amal, 2 Hal Utama Penilaian Alloh
- Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis
- Jelang Hari Pahlawan, PCTA Indonesia Bangun Rumah Gratis Untuk Janda di Tuban
- Rumah Gratis untuk Sriyatun, Janda di Pati
- Rumah Syukur OPSHID Dari Masa Ke Masa: 507 Rumah Gratis, 39 Miliar Rupiah
- Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
- Dari Toko Material ke Warung, Menelusuri Jejak Ekonomi di Balik Satu Rumah Syukur
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis