ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Opini & EsaiKetahanan Pangan, Inisiatif OPSHID Mewujudkan Kedaulatan Bangsa di Tengah Ancaman Krisis Global
· 5 menit baca
KEDAULATAN PANGAN UNTUK WUJUDKAN TUJUAN NEGARA
Program ini tidak berdiri sendiri. Bisa dikatakan, program ketahanan pangan merupakan bagian dari serangkaian misi besar OPSHID untuk memenuhi tiga kebutuhan dasar manusia: pangan, papan, dan sandang.
Dengan krisis global yang kian mengancam dan munculnya potensi konflik skala besar, OPSHID memperlihatkan keberanian untuk tidak hanya bereaksi, tetapi beraksi lebih dulu. Selama ini OPSHID telah aktif memberikan bantuan sembako, membangun ribuan rumah gratis dalam program Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah (RSLH) di berbagai momen nasional seperti Hari Kemerdekaan dan Hari Sumpah Pemuda, dan kini memperluas cakupan ke sektor pangan secara serius.
Langkah-langkah tersebut diambil tidak hanya untuk merespon kondisi saat ini, tetapi sebagai bentuk antisipasi terhadap masa depan yang tidak pasti. Jika ancaman perang dunia ketiga benar-benar terjadi, seperti kekhawatiran berbagai analis geopolitik, maka Indonesia harus siap secara pangan. Dan persiapan itu, dalam visi OPSHID, harus dimulai sekarang, dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten.
Seterusnya, dengan diperkuatnya ketahanan pangan maka kita akan mencapai kedaulatan pangan. Jangan sampai Indonesia ikut tergerus ancaman global karena tidak memiliki kedaulatan pangan yang mengakibatkan krisis kelaparan melanda. Negara yang pertama kali mengalami kelaparan adalah yang pertama runtuh dalam perang, dan sebuah negara tidak akan mampu mencapai tujuan negaranya jika tidak memiliki kedaulatan pangan. (OPSHID Media)
———————
Bersumber dari:
- Wawancara dengan Dewan Pimpinan Pusat OPSHID dan Departemen Pertanian DPP OPSHID
- Website DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN
KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA - Krisis Pangan Melanda Jepang, Filipina hingga Malaysia, Mentan Amran Tegaskan Indonesia dalam Posisi Aman - Website Republika.co.id - Kebutuhan Dasar Masyarakat Belum Terpenuhi
- Rumah Gratis Mezzanine untuk Ghoni, Guru BTQ Mengabdi Belasan Tahun
- Syekh Mukhtar Mu’thi: Hati dan Amal, 2 Hal Utama Penilaian Alloh
- Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis
- Jelang Hari Pahlawan, PCTA Indonesia Bangun Rumah Gratis Untuk Janda di Tuban
- Rumah Gratis untuk Sriyatun, Janda di Pati
- Rumah Syukur OPSHID Dari Masa Ke Masa: 507 Rumah Gratis, 39 Miliar Rupiah
- Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
- Dari Toko Material ke Warung, Menelusuri Jejak Ekonomi di Balik Satu Rumah Syukur
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis