ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Opini & EsaiKetahanan Pangan, Inisiatif OPSHID Mewujudkan Kedaulatan Bangsa di Tengah Ancaman Krisis Global
· 5 menit baca
UMBI LOKAL SEBAGAI SOLUSI STRATEGIS
Dalam upaya menjawab tantangan tersebut, OPSHID tidak memilih solusi instan. Sebaliknya, mereka kembali pada potensi lokal: uwi ungu, sejenis umbi-umbian yang pernah menjadi bagian dari budaya pangan Nusantara sebelum beras mengambil alih peran dominan.
Kenapa uwi ungu? Bapak Izzul Hasin menjelaskan bahwa umbi ini tidak hanya kaya nutrisi dan rendah gula, tetapi juga memiliki keunggulan dalam daya tahan, metode penyimpanan, dan efisiensi budidaya. Uwi dapat bertahan di dalam tanah hingga dua tahun tanpa busuk, tidak memerlukan pupuk sintetis, serta lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Dalam kondisi darurat, ini adalah aset strategis: pangan yang bisa disimpan secara alami di dalam tanah.
“Uwi ungu dari segi nilai nutrisinya, lebih tinggi dan gulanya lebih rendah. Kemudian keunggulannya kita punya stok pangan banyak tanpa perlu gudang, karena uwi bisa bertahan 2 tahun di dalam tanah. Dan secara konvensional yang menanam tidak memerlukan pupuk sistetis,” jelas Izzul.
Bahkan dari sisi sejarah, sebelum sawah dan beras menjadi norma, masyarakat Indonesia menggantungkan asupan karbohidratnya pada berbagai jenis umbi. Sebagaimana disampaikan oleh Departemen Ketahanan Pangan OPSHID Bapak Izzul Hasin, “Beras itu bukan budaya kita sejak awal. Sebelum Jepang memperkenalkan sistem sawah massal, kita makan umbi. Dan dalam kondisi sekarang, kita justru perlu kembali menghidupkan kebiasaan itu”, jelas Izzul.
Program ini sudah mulai diterapkan di berbagai zona oleh DPP dan DPD OPSHID. Sejumlah 4000 hingga 5000 pohon uwi ungu telah ditanam. Metode penanamannya dilakukan dengan dua cara: melalui pemotongan umbi dan melalui glembo (buah uwi yang jatuh lalu bertunas). Dengan estimasi per hektar mencapai 7000 pohon dan hasil panen sekitar 25–30 ton, program ini menjanjikan hasil yang signifikan secara nasional jika diperluas.
OPSHID juga mencatat bahwa jenis umbi ini, meskipun belum menjadi sumber karbohidrat utama di Indonesia, telah menjadi makanan pokok di negara lain seperti Nigeria dan berbagai kawasan di Afrika. Artinya, peluang menjadikan uwi ungu sebagai bagian penting dari pola makan nasional bukanlah hal yang mustahil.
- Rumah Gratis Mezzanine untuk Ghoni, Guru BTQ Mengabdi Belasan Tahun
- Syekh Mukhtar Mu’thi: Hati dan Amal, 2 Hal Utama Penilaian Alloh
- Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis
- Jelang Hari Pahlawan, PCTA Indonesia Bangun Rumah Gratis Untuk Janda di Tuban
- Rumah Gratis untuk Sriyatun, Janda di Pati
- Rumah Syukur OPSHID Dari Masa Ke Masa: 507 Rumah Gratis, 39 Miliar Rupiah
- Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
- Dari Toko Material ke Warung, Menelusuri Jejak Ekonomi di Balik Satu Rumah Syukur
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis