Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Bulan ‘Asyuro dan Ibroh di Balik Peristiwa-Peristiwa Dahsyatnya

16 Juli 2024 00:39

Bulan ‘Asyuro dan Ibroh di Balik Peristiwa-Peristiwa Dahsyatnya

Peristiwa Karbala pada bulan Muharrom

Dilain sisi, bulan Muharrom juga mengingatkan pada tragedi dibunuhnya cucu kesayangan Rosululloh yaitu Sayyidina Husain di Karbala yang masuk wilayah Baghdad. Sehinga dikenal sebagai tragedi Karbala.

Pada pengajian Taubat bersama tahun 1445 H. / 2023 M. Mau'idhotul Chasana Syekh Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi menyebutkan bulan Asyuro juga merupakan aib besar di dinia muslim, "Ini aib besar di dunia muslim”.

Tragedi Karbala terjadi karena adanya politik dikalangan umat muslim yang di mulai sejak kekholifahan Ali bin Abi Tholib, yang dimana munculnya kaum Khowarij. Dalam Kitab Alminal Wa Nihal jilid 1 halaman, 120-121, diterangkan bahwa menurut faham Khowarij:

  1. Sayyidina Ali itu adalah kafir hukumiyyah karena mau berdamai dengan Mu’awiyyah.
  2. Utsman bin Affan adalah kafir.
  3. Tholhah adalah kafir
  4. Zubair adalah kafir.
  5. Aisyah istri Rosululloh adalah kafir.
  6. Abdulloh bin 'Abbas R.A, adalah kafir.
  7. Mu’awiyyah adalah kafir.
  8. Dan semua orang-orang Islam yang beserta mereka adalah kafir, semuanya itu akan masuk neraka.

Dari pemahaman kaum Khowarij tersebut jadi penyebab pertemupahan darah antar kaum muslimin. Padahal manurut Al Qur-an, membunuh orang mukmin dengan sengaja; hukumannya kekal di neraka dan tak ada kekal di dalam neraka kecuali orang kafir. Karena kekejaman politik internal tersebut, cucu kesayangan Rosululloh SAW dibunuh dengan sadis.

Taubat Bersama: Hikmah dan Ibroh Bulan Muharrom

Umat muslim diperintah untuk belajar dari sejarah. Dari peristiwa tersebut umat muslim melakukan berbagai cara untuk mengenang dan mengambil pelajaran di bulan Muharrom.

Salah satunya tradisi yang diajarkan Wali Songo di bumi Nusantara yaitu ketika memasuki bulan 'Asyuro diadakan bancakan (syukuran) bubur merah dan putih.

Dengan maksud mengambil hikmah dan ibroh dari kisah para nabi yang taubatnya diterima di waktu 'Asyuro dan adanya tragedi Karbala dalam sejarah umat muslim. Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah rutin mengadakan Pengajian Taubat Bersama di malam sepuluh bulan Muharrom.

Dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin jilid 3 bab Tobat dikatakan; Taubat berarti penyesalan atau menyesal karena melakukan suatu perbuatan dosa dengan jalan berjanji sepenuh hati tidak akan lagi melakukan dosa dan kembali kepada Alloh.

Dalam hadits nabi, orang yang bertaubat dan diterima taubatnya seperti orang yang tidak mempunyai dosa, sedangkan kesempatan bertaubat hanya bisa dilakukan sebelum lepasnya ruh dari jasmani.

Manusia tidak bisa lepas dari dosa, sekalipun bisa menghindari dari perbuatan dosa, tapi pikiran yang kotor, jahat dan salah, sulit dihindari. Apalagi tipu daya syaithon, yang membuat lupa kepada Alloh. Karenanya Taubat itu wajib bagi tipa  muslim dalam setiap keadaan.

Adapun Taubat yang diperintahkan ada 4 syarat:

  1. Haruslah menyesal dalam hatinya atas perbuatan dosa yang ia lakukan.
  2. Haruslah minta ampun kepada Alloh Ta’ala atas dosa yang ia perbuat.
  3. Harusah tidak akan mengulangi berbuat dosa untuk selama-lamanya.
  4. Haruslah lekas-lekas mengerjakan kebaikan-kebaikan yang diperintahkan oleh Alloh Ta’ala

Taubat bersama di bulan 'Asyuro ini sebagai awal dari tahun yang baru, untuk membuka lembaran baru dan disisi dengan kebaikan.

Di tahun baru Hijriyyah ini, menutup kitab sebelumnya dang membuka kitab baru, serta berupaya untuk mengisi lembaran kitab baru dengan hal lebih baik dari sebelumnya. (OPSHID MEDIA)

Bersumber dari:

Mau'idhotul Chasanah Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia, Syekh Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi.

Keterangan Kholifatus Shiddiqiyyah, Bapak Tasrichul Adhib Aziz.

Keterangan Wali Talqin Shiddiqiyyah, Bapak Halaj Muhyiddin.

Sejarah Timbulnya Aliran Khowarij 1 dan 2 (1993) oleh Syekh Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi.

Ihya’ Ulumuddin oleh Imam Ghozali.

 

 

 

 

 

Penulis:

Editor: Nuraida