ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Opini & EsaiAjaran Syukur dan Cinta Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia (Bagian 2)
· 6 menit baca · Diperbarui
Cinta Tanah Air merupakan kalimat yang banyak digembor-gemborkan tidak hanya di Thoriqoh Shiddiqiyyah saja namun juga di beberapa Organisasi Keagamaan. Namun sudahkah cukup jika hanya dengan menggembor-gemborkan saja tanpa bukti atau tindakan?
Sebagai orang yang cinta tanah air tanpa tanpa diiringi pembuktian mendapat ancaman keras dari Alloh, sebagaimana yang tersebut didalam Al-qur’an surat As-Shof ayat 3: “Amat besar kebencian Alloh jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”. Karenanya wajib bagi kita untuk mengaplikasikan rasa cinta tanah air terhadap tanah air Indonesia.
Karena itu, cara Shiddiqiyyah menyuarakan cinta tanah air ialah dengan membantu saudara-saudara setanah air yang membutuhkan, salah satunya dengan menyalurkan bantuan ke desa-desa terpencil yang jarang dilirik oleh pemerintah dan ke korban bencana yang ada di luar kota bahkan luar pulau melalui program Jelajah Desa dan Jelajah Pulau. Selain itu juga dalam beberapa acara tasyakuran, seperti acara Tasyakkuran Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Tasyakkuran Hari Sumpah Pemuda warga Thoriqoh Shiddiqiyyah beramai-ramai membangunkan rumah kepada saudara kita yang membutuhkan.
Dari tiga titik unsur yang ada pada kalimat syukur tersebut sebenarnya juga erat kaitannya dengan delapan kesanggupan warga Thoriqoh Shiddiqiyyah yang bunyinya:
- Sanggup bakti kepada Alloh Ta’ala
- Sanggup bakti kepada Rosululloh
- Sanggup bakti kepada orang tua
- Sanggup bakti kepada sesama manusia
- Sanggup bakti kepada Negara Republik Indonesia
- Sanggup cinta kepada tanah air Indonesia
- Sanggup mengamalkan Thoriqoh Shiddiqiyyah
- Sanggup menghargai watu
Sejak awal masuk Thoriqoh Shiddiqiyyah, para murid Thoriqoh Shiddiqiyyah sudah di beri ajaran delapan kesanggupan bahkan menjadi salah satu syarat masuk Shiddiqiyyah. Bila dilihat dari setiap poin yang ada pada delapan kesanggupan, semuanya itu mengarah pada rasa syukur, syukur akan setiap ni’mat yang diterima dan menggunakan setiap ni’mat yang ada sesuai dengan kehendak sang pemberi.
Untuk itu Shiddiqiyyah membentuk beberapa Organisasi sebagai wadah pengaplikasian bentuk syukur melalui cinta agar tersalurkan dengan rapih serta tepat sasaran. (OPSHID Media)
- Rumah Gratis Mezzanine untuk Ghoni, Guru BTQ Mengabdi Belasan Tahun
- Syekh Mukhtar Mu’thi: Hati dan Amal, 2 Hal Utama Penilaian Alloh
- Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis
- Jelang Hari Pahlawan, PCTA Indonesia Bangun Rumah Gratis Untuk Janda di Tuban
- Rumah Gratis untuk Sriyatun, Janda di Pati
- Rumah Syukur OPSHID Dari Masa Ke Masa: 507 Rumah Gratis, 39 Miliar Rupiah
- Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
- Dari Toko Material ke Warung, Menelusuri Jejak Ekonomi di Balik Satu Rumah Syukur
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis