ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Secepat Kilat, Rumah Syukur Sudah Hampir Jadi Di Hari Ke 20
09 Oktober 2023 17:00

Jika pada umumnya pembangunan rumah sederhana dengan luas dibawah 70 m2 rata-rata memakan waktu sekitar 3 - 4 bulan, lain halnya dengan jiwa-jiwa OPSHID. Pada program Rumah Syukur Layak Huni dalam rangka Tasyakkuran Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia raya ke - 95 ini, OPSHID menyatakan sanggup membangun rumah dengan luas rata-rata 5,5 X 8 m2 hanya dalam kurun waktu 40 hari.
Dan pada Minggu (08/10/2023M) lalu, terhitung sejak peletakan batu pertama merupakan hari ke 22 proses pembangunan Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah. Setelah 22 hari atau bisa dibilang setengah perjalanan proses pembangunan Rumah Syukur, tampak beberapa daerah sudah menunjukan hasil yang signifikan. Salah satunya pembangunan Rumah Syukur yang ada di Palembang Kota, yang mana sudah mulai memasuki tahap pengecatan rumah.
Bapak Tri Wahyudi selaku bendahara pembangunan dan sekretaris OPSHID Palembang Kota menyampaikan, cepatnya proses pembangunan karena keistiqomahan para relawan yang rela bekerja dari pagi hingga malam hari. Selain itu juga mendapat bantuan tenaga relawan dari DPD OPSHID Kab. Banyuasin, untuk secara bersama-sama membangun Rumah Syukur Layak Huni yang ada di Palembang.
Ketika ditanya apa yang membuat para relawan sangat bersemangat sampai rela bekerja lembur, jawaban Bapak Wahyudi sangat singkat. Beliau hanya menjawab, karena cinta. “Ya karena cinta mbak, cinta kepada Thoriqoh Shiddiqiyyah, cinta kepada Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Al Mukarrom Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi Syekh Mukhtarulloh Al Mujtabaa, cinta kepada Bpk Maulana Subchi Azal Tsani Pimpinan OPSHID FKYME dan cinta kepada Bangsa Indonesia”, tegas beliau.
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan