ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Secepat Kilat, Rumah Syukur Sudah Hampir Jadi Di Hari Ke 20
· 2 menit baca
Jika pada umumnya pembangunan rumah sederhana dengan luas dibawah 70 m2 rata-rata memakan waktu sekitar 3 - 4 bulan, lain halnya dengan jiwa-jiwa OPSHID. Pada program Rumah Syukur Layak Huni dalam rangka Tasyakkuran Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia raya ke - 95 ini, OPSHID menyatakan sanggup membangun rumah dengan luas rata-rata 5,5 X 8 m2 hanya dalam kurun waktu 40 hari.
Dan pada Minggu (08/10/2023M) lalu, terhitung sejak peletakan batu pertama merupakan hari ke 22 proses pembangunan Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah. Setelah 22 hari atau bisa dibilang setengah perjalanan proses pembangunan Rumah Syukur, tampak beberapa daerah sudah menunjukan hasil yang signifikan. Salah satunya pembangunan Rumah Syukur yang ada di Palembang Kota, yang mana sudah mulai memasuki tahap pengecatan rumah.
Bapak Tri Wahyudi selaku bendahara pembangunan dan sekretaris OPSHID Palembang Kota menyampaikan, cepatnya proses pembangunan karena keistiqomahan para relawan yang rela bekerja dari pagi hingga malam hari. Selain itu juga mendapat bantuan tenaga relawan dari DPD OPSHID Kab. Banyuasin, untuk secara bersama-sama membangun Rumah Syukur Layak Huni yang ada di Palembang.
Ketika ditanya apa yang membuat para relawan sangat bersemangat sampai rela bekerja lembur, jawaban Bapak Wahyudi sangat singkat. Beliau hanya menjawab, karena cinta. “Ya karena cinta mbak, cinta kepada Thoriqoh Shiddiqiyyah, cinta kepada Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Al Mukarrom Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi Syekh Mukhtarulloh Al Mujtabaa, cinta kepada Bpk Maulana Subchi Azal Tsani Pimpinan OPSHID FKYME dan cinta kepada Bangsa Indonesia”, tegas beliau.
- OPSHID Serahkan 7 Rumah Gratis Siap Ditempati
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945