ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Meski Jalan Macet Acara Shiddiqiyyah Membawa Banyak Manfaat Untuk Sekitarnya
· 3 menit baca · Diperbarui
Tak bisa dipungkiri, hal itu juga berdampak pada lalu lalang kendaraan, seperti kemacetan panjang dan keramaian yang bisa menganggu warga sekitar. Namun nyatanya dari acara Shiddiqiyyah, masyarakat sekitar malah mendapat banyak manfaaat. Seperti yang disampaikan oleh Roji’in warga Dusun Losari Rowo. “Hubungan masyarakat Losari Rowo khususnya RT 02 RW 03 ke pondok Pesantren memang dari dulu mendukung sepenuhnya, apapun itu baik kegiatan pengajian, ataupun lainnya. Meski menyebabkan kemacetan, warga sekitar tidak merasa terganggu karena kita juga mengambil hikmah dari pengajian tersebut”.
“Jalan utama akses ke pesantren juga dikelola oleh pemuda sekitar, setiap momen pengajian dijual lapak per meter. Hasilnya digunakan untuk kepentingan dusun seperti penerangan jalan, dan pemasukan kas. Justru malahan mereka diuntungkan bisa berjualan di depan rumah. Jadi ga ada rasa ngeluh”, tambahnya.
Selain masyarakat yang ingin mendengarkan pengajian, jalan di sekitar pesantren dipenuhi para pedangang yang menanti moment tersebut karena menjanjikan keuntungan berlipat. “Keuntungan dalam semalam bisa tiga sampai empat kali hari biasa” ujar Dedi, warga asal Sambong, Jombang.
Bagaimana tidak, pada satu malam Pengajian di Pesantren Shiddiqiyyah saja seperti Lailatul Mubarokah, Lailatul Qodar, Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW dan Hari Shiddiqiyyah, Taubat Bersama dan lain sebagainya, sekurang-kurangnya ada 10.000 manusia yang membanjiri Pesantren Shiddqiyyah.
Dulunya wilayah Losari Rowo ini berupa rawa-rawa yang tidak bisa dihuni. Kemudian seorang Kyai dari Kadilangu Demak datang dan merubah rawa tersebut menjadi lahan yang bisa dimanfaatkan. Beliau adalah Kyai Achmad Syuhada’, yang seterusnya mendirikan Pondok Pesantren Kedung Turi di wilayah itu. Sekarang Pesantren Kedung Turi menjadi Pondok Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah yang dipimpin Kyai Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi, yang merupakan cucu Kyai Achmad Syuhada'.
Atas jasa Kyai Achmad Syuhada’ banyak orang yang mengambil manfaat dari Dusun Losari Rowo. Menurut data dari website resmi Desa Losari, ada 350 KK atau 1087 orang yang tinggal di desa Losari Rowo dan mengambil manfaat darinya. Juga jutaan orang bisa belajar ilmu Tashawuf melalui Thoriqoh Shiddiqiyyah yang ada di tempat yang sama.
Kyai Mukhtar pernah menyampaikan “Bumi sekitar Majma’al Bachroin adalah bumi yang barokah, bumi yang barokah. Karena di bumi ini, saya tanam sebagian tanah dari Masjidil Haram Mekkah dan saya ambilkan dari Masjidil Aqsho Palestina”. Beliau juga menyatakan “Buktikan dimana saja ada Shiddiqiyyah mesti dikerumuni insan-insan yang baik. Dimana saja adanya”. Dan hal ini memang nyata adanya dengan keadaan sekarang.
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945
- Bukan Renovasi, OPSHID Bangun 2 Rumah Gratis Dalam 16 Hari