ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Meski Jalan Macet Acara Shiddiqiyyah Membawa Banyak Manfaat Untuk Sekitarnya
04 September 2024 09:00
Tak bisa dipungkiri, hal itu juga berdampak pada lalu lalang kendaraan, seperti kemacetan panjang dan keramaian yang bisa menganggu warga sekitar. Namun nyatanya dari acara Shiddiqiyyah, masyarakat sekitar malah mendapat banyak manfaaat. Seperti yang disampaikan oleh Roji’in warga Dusun Losari Rowo. “Hubungan masyarakat Losari Rowo khususnya RT 02 RW 03 ke pondok Pesantren memang dari dulu mendukung sepenuhnya, apapun itu baik kegiatan pengajian, ataupun lainnya. Meski menyebabkan kemacetan, warga sekitar tidak merasa terganggu karena kita juga mengambil hikmah dari pengajian tersebut”.
“Jalan utama akses ke pesantren juga dikelola oleh pemuda sekitar, setiap momen pengajian dijual lapak per meter. Hasilnya digunakan untuk kepentingan dusun seperti penerangan jalan, dan pemasukan kas. Justru malahan mereka diuntungkan bisa berjualan di depan rumah. Jadi ga ada rasa ngeluh”, tambahnya.
Selain masyarakat yang ingin mendengarkan pengajian, jalan di sekitar pesantren dipenuhi para pedangang yang menanti moment tersebut karena menjanjikan keuntungan berlipat. “Keuntungan dalam semalam bisa tiga sampai empat kali hari biasa” ujar Dedi, warga asal Sambong, Jombang.
Bagaimana tidak, pada satu malam Pengajian di Pesantren Shiddiqiyyah saja seperti Lailatul Mubarokah, Lailatul Qodar, Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW dan Hari Shiddiqiyyah, Taubat Bersama dan lain sebagainya, sekurang-kurangnya ada 10.000 manusia yang membanjiri Pesantren Shiddqiyyah.
Dulunya wilayah Losari Rowo ini berupa rawa-rawa yang tidak bisa dihuni. Kemudian seorang Kyai dari Kadilangu Demak datang dan merubah rawa tersebut menjadi lahan yang bisa dimanfaatkan. Beliau adalah Kyai Achmad Syuhada’, yang seterusnya mendirikan Pondok Pesantren Kedung Turi di wilayah itu. Sekarang Pesantren Kedung Turi menjadi Pondok Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah yang dipimpin Kyai Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi, yang merupakan cucu Kyai Achmad Syuhada'.
Atas jasa Kyai Achmad Syuhada’ banyak orang yang mengambil manfaat dari Dusun Losari Rowo. Menurut data dari website resmi Desa Losari, ada 350 KK atau 1087 orang yang tinggal di desa Losari Rowo dan mengambil manfaat darinya. Juga jutaan orang bisa belajar ilmu Tashawuf melalui Thoriqoh Shiddiqiyyah yang ada di tempat yang sama.
Kyai Mukhtar pernah menyampaikan “Bumi sekitar Majma’al Bachroin adalah bumi yang barokah, bumi yang barokah. Karena di bumi ini, saya tanam sebagian tanah dari Masjidil Haram Mekkah dan saya ambilkan dari Masjidil Aqsho Palestina”. Beliau juga menyatakan “Buktikan dimana saja ada Shiddiqiyyah mesti dikerumuni insan-insan yang baik. Dimana saja adanya”. Dan hal ini memang nyata adanya dengan keadaan sekarang.
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya