ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Meski Jalan Macet Acara Shiddiqiyyah Membawa Banyak Manfaat Untuk Sekitarnya
04 September 2024 09:00
Keberadaan suatu lembaga di dalam lingkungan masyarakat kerap kali membawa dampak besar bagi sekitarnya. Seperti yang terjadi di Desa Losari Rowo, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Masyarakat yang bermukim di sekitar Pondok Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah menerima banyak manfaat dari Ponpes tersebut meski bukan termasuk anggotanya.
Beberapa waktu lalu, media massa sempat ramai memberitakan perselisihan warga sekitar dengan suatu lembaga yang aktifitasnya menyebabkan kemacetan lalu lintas setiap harinya. Warga sekitar merasa perlu mengadakan kompensasi atas hal ini. Mereka meminta sejumlah besar uang untuk “mengganti kerugian” karena ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Namun karena jumlah yang diminta makin meningkat, pihak lembaga pendidikan pun menolak untuk membayarkannya, yang berimbas pada penutupan akses jalan masuk oleh warga sekitar.
Kejadian ini berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di Pesantren Shiddiqiyyah di Desa Losari Rowo, Ploso, Jombang. Masyarakat yang bermukim di sekitar Pondok Pesantren, juga mengalami hal yang sama karena setiap acara yang diadakan di Ponpes Shiddiqiyyah pasti menyebabkan kemacetan panjang di sekitar pesantren. Namun, tidak pernah ada kejadian dimana warga sekitar meminta ganti rugi sejumlah uang dalam jumlah besar kepada pihak Pesantren.
Meski tidak bisa dianalogikan dengan sepadan, tetapi kita dapat menganalisa perilaku dan reaksi masyarakat sekitar yang terdampak. Yang satu, menuntut pembayaran dana dalam jumlah besar dengan dalih "iuran desa", dan yang satu lagi memanfaatkan keadaan untuk mengambil berkah yang sebanyak-banyaknya.
Saat ini, pesantren Majma'al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah merupakan pusat Thoriqoh Shiddiqiyyah seluruh Dunia. Dipimpin oleh Syekh Muchmmad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi atau Kyai Mukhtar yang pengikutnya jutaan, baik dari warga negara Indonesia dan maupun warga negara asing.
Ajarannya bernafaskan Tashawuf menunggal keimanan dan kemanusiaan, yang bisa diterima semua lapisan masyarakat dengan latar belakang yang berbeda-beda. Sehingga acara rutin seperti tasyakuran atau pengajian menarik warga dari berbagai golongan dan daerah. Ribuan orang memenuhi Pondok Pesantren Shiddiqiyyah untuk mendengarkan pengajian dan ngalap barokah (mendapat barokah) dari Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya