Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Ketika Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Penegak Hukum Meminta Nasihat Pada Mursyid

21 Agustus 2025 07:00

Ketika Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Penegak Hukum Meminta Nasihat Pada Mursyid

KETIKA PETUGAS PENEGAK HUKUM MEMINTA PETUNJUK

Rabu (20/08/25), Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, seorang perwira tinggi Polri yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) bersama beberapa pejabat tinggi Polri seperti Kadiv Propam, Karobinkar SSDM, Kakorlantas, Kadiv Humas, dan AS SDM, tiba di Pesantren Majma'al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Ploso, Jombang.

IMG_7329.jpeg (5.45 MB)

Rombongan dari Mabespolri tiba pukul 13.45 WIB dan diterima bertamu oleh Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, bersama Ibu Nyai Shofwatul Ummah, di gedung Kaseban Jati Kasampurnan. Seremoni penyambutan sederhana dilaksanakan. Dihadiri juga oleh Wakil Gubernur Jatim, Kapolda Jatim, Bupati dan Wakil Bupati Jombang, Kapolres Jombang, Kajari Jombang, Dandim Jombang, beberapa pimpinan dari Pesantren di Jombang seperti KH Zidni Zukuro, KH M. Zulfikar As’ad MR, KH Abdul Hakim Mahfud, KH Hasyim Wahab, KH Masduqi A, dan pengurus organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah. 

Dalam sambutan oleh Kapolri Listyo Sigit, ia menjelaskan bahwa kunjungan ini adalah salah satu dari rangkaian kunjungan pada berbagai pondok pesantren.

“Ini kegiatan kami dalam membangun shillaturrohmi, sinergitas, ukhuwah antara Polri selaku umaro' dan ulama’,” demikian terang Listyo Sigit. “Kita merdeka, tentu kita harus mengisi kemerdekaan itu dengan pembangunan dan menyejahterakan rakyat, itu tugas dari umaro’. Namun demikian, tentunya kalau kita tidak mendapat restu, do’a dari ulama’ tidak akan bisa maksimal.”

Listyo Sigit menyatakan rasa terima kasihnya kepada Mursyid, “terima kasih pak Kyai, dalam hal membantu melaksanakan tugas-tugas kami yaitu harkamtibmas dan stabilitas negara. Tidak ada negara yang bisa melakukan pembangunan apabila stabilitas politik, keamanan, kamtibmasnya terganggu.”

Kunjungan dari Polri ini bisa dibilang, dilakukan pada saat kondisi di Indonesia, bahkan di dunia, sedang genting-gentingnya. Meski berbalut shillaturrochmi, tentu ada suatu alasan khusus kenapa Kapolri dan jajarannya memilih waktu ini untuk menghadap pada Syekh Mukhtar.

“Kita sama-sama tahu bahwa situasi dinamika global saat ini kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Banyak terjadi peperangan di beberapa negara dan implikasinya terhadap ekonomi dan sosial, kemanusiaan, dan berdampak dalam negeri,” terang Kapolri, yang kemudian berpesan agar kita semua selalu menjaga kerukunan, tidak rawan dipecah belah.

Kemudian dalam pitutur luhur oleh Syekh Mukhtar, beliau menyampaikan pesan-pesan agar keutuhan Indonesia senantiasa terlindungi, yaitu dengan manunggalnya Pancasila sila 1 dan 2.

“Dalam menyikapi situasi seperti sekarang ini, kita jangan lupa untuk pegang teguh manunggalnya Pancasila sila pertama dengan sila kedua. Bahwa negara kita ini negara berdasarkan ketuhanan yang maha esa dan kemanusiaan yang adil dan beradab,” terang Syekh Mukhtar. “Manunggalnya ketuhanan yang maha esa dengan kemanusiaan yang adil dan beradab itu hakikatnya manunggalnya gusti dan kawulo. Ketuhanan yang Maha Esa, Alloh. Kemanusiaan yang adil dan beradab, kita.”

Beliau meneruskan dengan keterangan bahwa menghadapi bencana dalam negeri atau luar negeri, satu-satunya cara yang kuat, kita hadapi dengan manunggalnya keimanan dan kemanusian tersebut. “Kembali kepada dasar negara. Karena ini jiwanya yang menjiwai sila 3, 4, 5. Insya Alloh kita akan menjadi negara yang kuat dan jaya.”

Syekh Mukhtar juga menghimbau untuk banyak mengamalkan bacaan salaamun baik siang maupun malam sebanyak-banyaknya, karena assalam itu nama Tuhan yang agung. Untuk meminta keselamatan tanah air kita, bangsa kita, negara kita.

Beliau lalu menutup pitutur luhurnya dengan pesan, “tidak ada yang bisa menyelamatkan kecuali Tuhan yang maha Esa. Itu dipegang teguh, dipegang terus, jangan sampai lepas.”

Tak lama seusai acara seremoni dan juga do’a dari Syekh Mukhtar, sebuah pertemuan privat dilangsungkan antara Kapolri Listyo Sigit dan Syekh Mukhtar, didampingi oleh Ibu Nyai Shofwatul Ummah dan beberapa orang ajudan. Pertemuan tersebut bertempat di ruangan di belakang gedung Kaseban Jati, dan berlangsung sekitar 5 menit. Kemudian Kapolri dan rombongan, Syekh Mukhtar, Ibu Nya Shofwatul Ummah beserta para undangan berfoto bersama di depan Kaseban Jati sebelum mengakhiri kunjungan sore itu.

Semoga pesan dari Syekh Mukhtar tersebut benar-benar dipegang teguh oleh Polri yang tugasnya adalah melindungi dan mengayomi masyarakat, dan juga oleh seluruh elemen pemerintah di Republik Indonesia.

Penulis: Sa’adatush S.

Editor: Nuraida