Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Pancasila Lahir Bertepatan dengan Berdirinya NKRI

18 Agustus 2024 07:00

Pancasila Lahir Bertepatan dengan Berdirinya NKRI

Dari ratusan literasi yang berkembang, lahirnya Pancasia identik dengan tanggal 1 Juni, benarkah?

Jika benar-benar memperhatikan sejarah perumusan Pancasila pada sidang pertama Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) adalah adanya tiga materi yang diajukan untuk menjadi asas atau Dasar Negara. Tiga usulan materi dalam sidang pertama tersebut yang dibuat oleh tiga orang yang berbeda, tidak ada satupun dari 3 rumusan tersebut menjadi Dasar Negara yang kita ‘hafalkan’ selama ini.

Pancasila yang kemudian menjadi Dasar Negara Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan dalam sidang, sebelum sampai pada perumusan final pada 18 Agustus 1945. Bagaimana dan apa saja perubahannya?

BERAWAL DARI PENDUDUKAN JEPANG

Selama jaman pendudukan Jepang, pemimpin-pemimpin Pergerakan Nasional Indonesia terpaksa memutuskan untuk melakukan kerja sama dengan rezim asing yang mengusai negara ketika itu. Sementara, di sisi lain juga mempersiapkan rakyat Indonesia untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan apabila saatnya tiba.

Dengan keputusan tersebut, sebagian besar pemimpin Pergerakan Nasional Indonesia yag di dalamnya terdapat 2 tokoh nasional, yaitu Soekarno dan M. Hatta yang bergerak dalam rangka pemerintahan militer Jepang sejak tahun 1942 hingga 1945. Yang sebelumnya seluruh Pergerakan Nasional Indonesia praktis dibekukan dan dilarang sama sekali. Dengan cara larangan untuk mengibarkan bendera Merah Putih dan lagu Indonesia Raya dilarang untuk dinyanyikan dalam forum-forum pemuda.

Setelah adanya hubungan kerjasama antara pemimpin Pergerakan dengan pemerintahan Dai Nipon, para pejuang pergerakan mempunyai panggung. Tindakan kerjasama diambil setelah kekuasaan Jepang mendapat hak peralihan kekuasaan yang ditandai dengan menyerahnya Angkatan Perang Belanda dan Sekutu di Kalijati pada tanggal 8 Maret 1942. Hal itu dapat terjadi karena pada 27 Februari 1942 terjadi pertempuran The Battle of Java Sea yang membuat Pulau Jawa jatuh ke tangan Jepang.

Perang Pasifik memasuki titik balik akibat pertempuran di laut Karang pada 4 Mei 1942 dan Guadalacanal pada 7 Agustus 1942 - 9 Februari 1943. Akibatnya, Jepang mengalami kekalahan besar dengan tewasnya Laksamana Yamamoto, sehingga sekutu dapat merebut kembali wilayah Asia Tenggara. Dalam tahun 1943 situasi Jepang semakin buruk, karena pasukan perang pada umumnya terdesak di semua front sedangkan manpower-nya semakin habis.

Dalam keadaan yang terdesak, pemerintah Jepang merubah strateginya dengan cara  merangkul negara-negara di Asia yang diduduki untuk dijanjikan kemerdekaan negaranya. Meskipun arti kemerdekaan itu masih dalam lingkup kemakmuran bersama di Asia Timur Raya di bawah pimpinan Dai Nippon (Jepang--Red). Dengan kebijaksanaan tersebut negara yang terjajah mendapat ‘hadiah’ kemerdekaan dari Jepang, seperti Birma dan Filipina. Sedangkan Indonesia tidak serta-merta mengiyakan rayuan janji ‘hadiah’ kemerdekaan tersebut.

Penulis: Kholidah

Editor: Sa’adatush S.