ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Mas Bechi: Pada Usia 44 Tahun Telah Menghasilkan Banyak Kemanfaatan
20 Juni 2024 17:00

Demikian juga Mas Bechi yang menjadi panutan bagi warga Shiddiqiyyah. Sejak usia 22 tahun, beliau diangkat oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah menjadi ketua Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) sejak didirikan pada tahun 2002.
Melalui petunjuk Bapak Subchi, OPSHID menjalankan program-program yang sejalan dengan dawuh-dawuh Bapak Kyai Mukhtar. Yakni dengan menjadi Pelayan Keimanan, Pelayan Kemanusiaan, dan Pelayan Kealaman. Dan juga disampaikan oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah bahwa OPSHID adalah ruh semua organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah.
Selain melalui OPSHID, beliau juga memiliki gagasan yang manfaatnya dirasakan banyak orang hingga alam sekitar juga memperoleh kebaikannya. Yang dinamai sebagai tekhnologi metafakta atau tekhnologi tashawuf.
Mulai usia 32 tahun, Mas Bechi mempelajari / memahami metafakta, dan kesadaran beliau adanya kaitan erat antara frequensi, vibrasi dan harmoni nada. Di tahun 2013, kala itu Mas Bechi berusia 33 tahun terciptalah harmoni yang kemudian menjadi sebuah lagu berjudul Manunggaling Kawula Marang Gusti. Ketika lagu dimainkan udara sekitar terasa dingin. Karena frequensi yang dihasilkan berresonansi dengan udara di sekelilingnya.
Ditahun yang sama beliau juga mulai mendalami racikan rempah-rempah dan khasiatnya. Kemudian mulai dibuat produk dari tembakau dan rempah-rempah yang dipadukan dengan Tekhnologi Metafakta, hingga terwujud rokok Sehat Tentrem (ST) yang di dedikasikan untuk Indonesia Raya.
Jika biasanya dalam usaha yang dibangun, hanya sebagian kecil dialokasilan untuk santunan (shodaqoh), Mas Bechi memberikan 80 persen hasil hari Sehat Tentrem untuk memfaktakan tiga misi besar, pelayan keimanan, pelayan kemanusiaan, dan pelayan kealaman. Diantaranya memberikan tunjangan pendidikan, santunan kepada kaum dhuafa, ikut membiayai pembangunan Rumah Syukur, santunan ke pelosok desa, santunan untuk tukang becak, biaya pengobatan bagi masyarakat yang sulit ekonominya, dan masih banyak lagi.
Tekhnologi Metafakta terus dikembangkan. Diantaranya diaplikasikan melalui frequensi, vibrasi dan harmoni nada. Pada pada tahun 2015, teknologi Metafakta diterapkan pada pengobatan di Rumah Sehat Tentrem Pusat, di Plandaan Jombang. Diantara cara yang digunakan adalah meresonansi partikel yang menimbulkan kadar oksigen meningkat. Alunan frequensi iramanya mempengaruhi keseimbangan neurotransmiter sehingga meningkatkan system kekebalan tubuh.
Di akhir 2017, terjadi pertemuan Bapak Subchi dengan Indra Qadarsih seorang musisi dan sound engineer. Disini musik Metafakta mulai diukur menggunakan Ilmu sains. Hingga pada usia 38 tahun, beliau memperkenalkan Musik Metafakta Oksigenator dan Partikel yang kemudian dikenal sebagai musik Metafakta Oxytron. Pada konser perdananya tanggal 11 April 2018, musik Metafakta Oxytron dimainkan bersama Indra Qadarsih dan Adrian Sidharta. Di Pesantren Manjma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Losari, Ploso, Jombang.
Manfaat dari musik metafakta Oxytron dalam pengobatan telah banyak dirasakan masyarakat. Seperti yang terjadi pada Viola dan Fauzan pasien pengidap Thalasemia. Meski bukan kesembuhan total karena pada dasarnya merupakan penyakit genetik, keadaanya mereka jauh membaik dibanding saat awal bertemu dengan pegobatan metafakta di tahun 2019.
Kemudian, ketika bapak Subchi berusia 40 tahun, dikembangkanlah teknologi Sach Oxytron auto tune up yang diaplikasikan dalam tune up wajah dan kendaraan. Pada kendaraan, tekhnologi ini bisa mengoptimalkan bahan bakar dan mesin kendaraan melalui frequensi.
Dedikasi yang dilakukan Bapak Subchi untuk Indonesia Raya belum cukup sampai disitu. Di usianya ke-41 tahun, beliau diangkat menjadi Wali Talqin Shiddiqiyyah Indonesia. Wali Talqin sendiri adalah orang yang diberi ijazah untuk membaia’at, mengajarkan Thoriqoh Shiddiqiyyah. Dan setahun setelahnya atau pada saat beliau berusia 42 tahun, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah mendeklarasikan Bapak Subchi sebagai pimpinan Wali Talqin Shiddiqiyyah Indonesia pada acara pertemuan Kholifah dan Wali Talqin. (OPSHID Media)
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan