Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis

· 4 menit baca · Diperbarui

Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis

GERAK CEPAT, LANGSUNG MEMBANGUN 

Setelah memutuskan untuk membangun Rumah Syukur bagi keluarga Ibu Busani, anggota OPSHID Madura segera melakukan persiapan. Pada Sabtu (19/09/2026), mereka melakukan survei lokasi sekaligus mengurus dokumen tanah. Sehari kemudian, bangunan lama dibongkar agar lahan siap digunakan.

Langkah cepat tersebut dilakukan agar pembangunan dapat dimulai pada Senin (21/09/2026), bertepatan dengan peletakan batu syukur secara serentak di sejumlah daerah lain.

Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis
Rumah keluarga Ibu Busani yang sedang dibangun OPSHID Madura.

Sebagai Dewan Perwakilan Daerah (DPD) OPSHID Madura yang baru dibentuk tahun ini, jumlah anggotanya belum mencapai 10 orang. Meski demikian, keterbatasan jumlah anggota tidak menghalangi mereka untuk turut ambil bagian dalam pembangunan Rumah Syukur tahun ini.

Selain jumlah anggota yang terbatas, pendanaan juga menjadi tantangan tersendiri. Sebagian besar anggota OPSHID Madura bukan dari golongan ekonomi berlebih, sehingga pengumpulan dana untuk memulai pembangunan bukan perkara mudah.

Keterbatasan dana mendorong anggota OPSHID Madura mencari berbagai cara agar pembangunan Rumah Syukur tetap berjalan. Dalam wawancara dengan OPSHID Media Pusat pada 12 Oktober lalu, Kurniadi menceritakan bahwa Abdus Salam melelang cincin zamrud miliknya hingga terkumpul Rp16 juta. 

Upaya ini kemudian diikuti oleh anggota lainnya yang turut merelakan barang miliknya untuk dilelang. Bahkan, seorang anggota melelang telepon genggam yang baru dibelinya empat hari sebelumnya dan memperoleh Rp1,2 juta. Seluruh hasil pelelangan tersebut dialokasikan untuk pembangunan Rumah Syukur.

Pendanaan Rumah Syukur juga diperoleh dari hasil penjualan produk Sehat Tentrem oleh mitra di Madura. Selain itu, dukungan datang dari lingkungan sekitar dalam berbagai bentuk, tidak hanya uang, tetapi juga beras, ikan asin, dan pasir. Sumbangan tersebut membantu memenuhi kebutuhan konsumsi maupun material selama proses pembangunan berlangsung.

Penulis:

Editor: Sa’adatush S.