Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis

· 4 menit baca · Diperbarui

Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis

KEBAHAGIAAN DARI RUMAH SYUKUR

Menurut Abdus Salam, perjuangan dan pengorbanan yang dilalui OPSHID ini bukan tanpa dasar. Baginya, kebahagiaan bukan hanya dirasakan oleh keluarga yang menerima rumah, tetapi juga oleh mereka yang ikut membangunnya.

Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis
Abdus Salam, ketua DPD OPSHID Madura 

Pandangan tersebut menjadi pegangan Abdus Salam dalam menjalankan pembangunan Rumah Syukur, termasuk ketika menghadapi keterbatasan dana. Ia meyakini bahwa kesulitan bukan alasan untuk berhenti berusaha.

“Ndak ada di Shiddiqiyyah itu kesulitan. Alloh memberi ujian sesuai kemampuan hamba-Nya. Dengan kasih Alloh tidak pilih kasih, dengan sayang Alloh tidak kepalang. Gak oleh putus asa, jangan mengeluh, bersandar pada Alloh.”

Di sisi lain, kebahagiaan keluarga penerima, termasuk cucu-cucunya yang masih kecil, turut menjadi penyemangat bagi anggota OPSHID Madura. Hal ini pula yang menguatkan mereka untuk terus membangun Rumah Syukur sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

Kurniadi menjelaskan bahwa kepedulian tersebut sejalan dengan ajaran yang mereka terima di Shiddiqiyyah. “Karena kita sebagai manusia memang harus peduli pada sesama. Dan ini memang ajaran Shiddiqiyyah. Guru kami mengajarkan program OPSHID itu pelayan keimanan, pelayan kemanusiaan, pelayan kealaman.”

Kurniadi juga menyampaikan bahwa pembangunan Rumah Syukur ini merupakan salah satu cara mereka mengungkapkan rasa syukur, sekaligus mewujudkannya dalam bentuk yang bermanfaat bagi sesama.

“Dan sebagai wujud rasa syukur kami untuk memfaktakan Sumpah Pemuda, makanya kami membangun Rumah Syukur Fatchan Mubiina ini,” tutur Kurniadi. (OPSHID Media)

Penulis:

Editor: Sa’adatush S.