ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis
· 4 menit baca · Diperbarui
BANGKALAN—Berbagi tidak menunggu harta lebih, inilah yang banyak dilakukan oleh anggota Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID). Dan berikut kisah dari Bangkalan, Madura, tentang perjuangan mereka membangun rumah gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
September lalu, tepatnya pada Senin (21/09/2026), anggota OPSHID Madura sempat bingung lantaran belum memiliki dana untuk memulai pembangunan rumah gratis. Namun, dengan keyakinan dan ikhtiar, mereka percaya bahwa niat baik pasti mendapat jalan kemudahan.
Pembangunan Rumah Syukur untuk mensyukuri nikmat kebangkitan nasional setiap 28 Oktober merupakan agenda tahunan OPSHID. Bagi Abdus Salam, Ketua DPD OPSHID Madura, agenda ini sayang untuk dilewatkan. Karena itu, berbagai upaya dilakukan agar mereka tetap dapat ambil bagian dalam pembangunan Rumah Syukur tahun ini.
“Gae peletakan batu pertama ga onok duwek, trus aku oleh sangu teko ngaji nduk Sidoarjo Rp600.000. Iku sing digae. Tuku semen sak sak, pasir sak karung, gragal sak itik, sing penting mulai mbangun. (Untuk peletakan batu pertama tidak ada uang. Kemudian saya dapat dana dari Sidoarjo setelah mengisi pengajian, itu yang dipakai. Beli satu sak semen, pasir satu karung dan krikil sedikit, yang penting mulai membangun—Red),” tutur Abdus Salam.
Rumah yang dibangun anggota OPSHID Madura ini diperuntukkan bagi keluarga Ibu Busani, di Desa Tebul, Kwanyar, Bangkalan. Sebelumnya, 15 anggota keluarga tersebut tinggal bersama di bangunan sederhana berukuran 8 × 6 meter persegi, termasuk suami, anak, menantu, dan cucu.
Kondisinya memprihatinkan. Dinding dipenuhi tambalan, sementara pembatas antar-ruangan hanya berupa papan kayu dan tirai. Bangunan itu bahkan nyaris roboh hingga tiang penyangganya harus ditopang dengan bambu.
“Rumah ini disekat pakai tirai untuk dua kamar, satu itu campur dapur, berantakan semua karena nggak punya lemari.” Terang Kurniadi, penanggung jawab lapangan.
Bangunan tersebut juga pernah mengalami kebakaran yang menghanguskan sejumlah barang berharga, termasuk surat tanah. Kurniadi turut mengupayakan pengurusan dokumen tersebut. Upaya OPSHID Madura ini mendapat respons positif dari kepala desa setempat.
Kondisi bangunan yang rapuh, keterbatasan ruang bagi 15 anggota keluarga, serta riwayat kebakaran menjadi pertimbangan anggota OPSHID Madura dalam menghadirkan Rumah Syukur bagi keluarga Ibu Busani.
- Minim Biaya, OPSHID Madura Tetap Bangun Rumah Gratis
- Jelang Hari Pahlawan, PCTA Indonesia Bangun Rumah Gratis Untuk Janda di Tuban
- Rumah Gratis untuk Sriyatun, Janda di Pati
- Rumah Syukur OPSHID Dari Masa Ke Masa: 507 Rumah Gratis, 39 Miliar Rupiah
- Penerima Rumah Gratis OPSHID Tahun 2012 Berhasil Kuliahkan Anaknya
- Dari Toko Material ke Warung, Menelusuri Jejak Ekonomi di Balik Satu Rumah Syukur
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis
- Sempat Bimbang, OPSHID Ngawi Akhirnya Tetap Bangun Rumah Syukur
- Sehat Tentrem Dukung Pembangunan 59 Rumah Gratis OPSHID