ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
3 Rumah Syukur Gratis OPSHID Malang Raya Target 21 Hari
· 4 menit baca
TARGET RAMPUNG 21 HARI
Pembangunan 3 unit rumah ini merupakan kerja sama tiga DPD OPSHID, yakni DPD OPSHID Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu yang bergerak dalam satu koordinasi Deputi OPSHID Malang Raya dengan menggabungkan potensi relawan melalui departemen pembangunan di masing-masing DPD.
Menurut Imron, kerja kolektif tersebut telah diterapkan sejak beberapa tahun lalu dan terus dikembangkan berdasarkan pengalaman di lapangan.
“Awalnya tiap DPD masih berjalan sendiri, tetapi pembelanjaan material dilakukan bersama. Pola ini memberikan manfaat yang signifikan, terutama mempercepat pembangunan. Kemudian kita tingkatkan lagi dengan pembagian tim sesuai keterampilan masing-masing,” jelas Imron.
Manajemen pengerjaan dibagi secara terstruktur. Tim awal merampungkan fondasi, struktur tata ruang, hingga atap dan plafon. Kemudian tim spesialis finishing melanjutkan pekerjaan, mulai dari memoles dinding, memasang keramik, mengerjakan instalasi listrik, hingga pengecatan.
Dengan demikian, tiga rumah dapat dikerjakan secara berkesinambungan dengan penyesuaian kebutuhan tenaga pada setiap tahap. Sekaligus mengejar target penyelesaian dalam 21 hari sebelum tasyakuran sumpah Pemuda dan lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya ke-98 pada 28 Oktober 2026 mendatang.
"Rencananya, dengan sistem kerja yang sudah tertata, penyelesaian pembangunan kami target 21 hari rampung", ujar Imron.
Pembangunan secara kolektif juga menjadi bagian dari rotasi wilayah Malang Raya. Setelah sebelumnya bergerak di kawasan Malang Selatan, tahun ini pembangunan dipusatkan di wilayah Malang Barat, khususnya Kecamatan Pujon. Di tahun mendatang, pola tersebut direncanakan berlanjut ke Malang Utara dan Timur.
Pemusatan beberapa unit dalam satu kawasan menjadi bagian dari syiar OPSHID melalui Rumah Syukur yang hadir di tengah masyarakat hingga memberi dampak positif yang mendorong keterlibatan warga sekitar dalam pembangunan.
Untuk menjaga kelestarian program, masing-masing DPD telah mempersiapkan pembiayaan pembangunan jauh hari melalui tabungan rutin.
“Karena ini momen tahunan yang harus terus diupayakan, sebetulnya kita tidak khawatir soal biaya. Dengan kisaran Rp70 juta per unit, standar rumah tetap kita jamin terpenuhi dengan memanfaatkan potensi anggota OPSHID. Banyak material yang dibuat sendiri, seperti kusen, pintu, dan jendela, sehingga biayanya lebih efisien,” jelas Imron.
Selain pembiayaan, penyelesaian setiap rumah juga menjadi tanggung jawab bersama. Menurut Imron, hal tersebut menuntut setiap relawan melepaskan ego pribadi menjadi kepentingan bersama.
“Malang ini oleh Sang Mursyid diberi label khusus sebagai basis Shiddiqiyyah. Ini menjadi tantangan kami bersama untuk menjaga agar Malang sebagai basis Shiddiqiyyah tetap lestari sepenuhnya. Semangatnya harus ke arah sana, tetap satu komando dalam bimbingan Ketua Umum OPSHID,” jelas Imron.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, hunian layak menjadi fondasi penting untuk membangun ketenteraman hidup sehingga dapat mendorong kemudahan dalam memenuhi kebutuhan lainnya.
“Kita tahu kebutuhan primer di antaranya papan, pangan, dan sandang. Dari kelayakan papan inilah akan timbul berbagai macam ide, semangat, dan ketenteraman yang akan memudahkan untuk mendapatkan sandang, pangan yang layak. Semoga berkat Rochmat Alloh, Ridho Sang Guru dan Sang Maulana mengalir terus kepada mereka. Dan kita sama-sama mendapatkan manfaat serta barokahnya,” harap Imron. (OPSHID Media)
- Dari Toko Material ke Warung, Menelusuri Jejak Ekonomi di Balik Satu Rumah Syukur
- Di Antara Sekolah, Masjid, dan Rumah Syukur, Ada Pelajaran Tentang Kehidupan
- Tinggal di Kios Jahit, Kini Buchori Dapat Rumah Gratis
- Sempat Bimbang, OPSHID Ngawi Akhirnya Tetap Bangun Rumah Syukur
- Sehat Tentrem Dukung Pembangunan 59 Rumah Gratis OPSHID
- Syekh Mukhtar: Jaami'atul Mudzakkirin Pedoman Dan Jangkar Kehidupan
- Terdampak Penggusuran, Petugas Kebersihan Dapat Rumah Gratis OPSHID
- 3 Rumah Syukur Gratis OPSHID Malang Raya Target 21 Hari
- Rumah Gratis untuk Ojol Semarang
- Syekh Mukhtar Mu’thi: Rumah Gratis Shiddiqiyyah Wujud Amal Lestari yang Paling Dicintai Alloh