ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Rumah Pak Poniran Terdampak Angin Kencang, OPSHID Cepat Tanggap
09 Januari 2024 17:30
GUNUNGKIDUL - Kamis lalu (04/01/2024), sejumlah wilayah di Gunungkidul dilanda hujan deras dan angin kencang. Hal ini berdampak pada kerusakan beberapa bangunan rumah warga. Salah satunya dialami oleh keluarga Bapak Poniran di Desa Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul. Rumah beliau tertimpa pohon yang menyebabkan kerusakan hampir 50 persen.
Terkait musibah tersebut, Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (OPSHID FKYME) Gunungkidul melaksanakan Santunan Tanggap Darurat. Setelah mendapatkan kabar tentang musibah, keesokan harinya (05/01/2024) OPSHID Gunungkidul langsung mensurvei lokasi yang terdampak bencana.
Setelah proses survei, OPSHID Gunungkidul memutuskan untuk menyampaikan Santunan Tanggap Darurat tersebut pada Bapak Poniran, dengan merenovasi rumah beliau yang mengalami kerusakan. Karena dinilai, rumah Bapak Poniran adalah salah satu rumah dengan kerusakan paling parah.
Maka tanpa banyak membuang waktu, pada hari Sabtu (06/01/2024), renovasi rumah Bapak Poniran langsung dilaksanakan oleh OPSHID Gunungkidul. Renovasi tersebut diselesaikan hanya dalam kurun waktu 4 jam.
"Hari ini, OPSHID hadir untuk membantu tanggap darurat rehab rumah warga yang mengalami kerusakan di wilayah Gading 8, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul ini. Apa yang dilaksanakan OPSHID ini merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama manusia khususnya yang sedang dalam kesulitan", demikian keterangan dari Ketua DPD OPSHID Gunungkidul Bapak Nur Aziz, atau akrab disapa Pak Aziz.
Mengenai bantuan ini, Bapak Poniran menyatakan sangat bersyukur pada OPSHID, "saya rasanya senang sekali bisa aktif lagi di dapur saya. Saya tidak menyangka, (OPSHID—red) datang-datang langsung merehab rumah saya sehingga bisa pulih kembali. Sangat haru sekali, alchamdulillah itu perasaan saya".

Renovasi rumah Bapak Poniran diperkirakan menghabiskan biaya sebesar 4 juta rupiah.
Program Santunan Kemanusiaan yang dilaksanakan oleh OPSHID Gunungkidul ini merupakan salah satu perwujudan nyata dari Jiwa OPSHID, yaitu sebagai pelayan kemanusiaan. Yang mana, selalu ditekankan dan diajarkan dalam OPSHID oleh Ketua Umum OPSHID Bapak M. Subchi Azal Tsani, agar OPSHID selalu sigap dalam menjadi pelayan keimanan, pelayan kemanusiaan, dan pelayan kealaman.
Harapan dari Pak Aziz, program ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat sekitar. (OPSHID Media)
- Optimisme Atau Nasionalisme Buta? Mengkaji Ulang Makna Cinta Tanah Air
- Tantangan Ekonomi Tak Jadi Penghalang Warga Shiddiqiyyah Bangun Rumah Syukur di Lampung Tengah
- Sambut Kemerdekaan Indonesia, 2 Unit Rumah Syukur Dibangun di Semarang
- Mursyid Shiddiqiyyah Indonesia Pimpin Taubat Bersama Ala Tashawwuf
- Work From Future: Jawaban OPSHID Atas Job From Future
- Shiddiqiyyah Bangun Ratusan Rumah Gratis Menjelang Kemerdekaan Indonesia ke 81
- Sambut Tahun Baru 1448 Hijriyyah, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Makna Organisasi Wali Songo
- Beras Uwi: Keseriusan Membangun Sistem dari Budidaya hingga Badan Usaha
- Warga Ploso Jombang, Lestarikan Fakta Kelahiran Bung Karno!
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?