Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Taubat Khusus, Tradisi Baru Tiap Syahru Romadlon

18 Maret 2025 17:00

Taubat Khusus, Tradisi Baru Tiap Syahru Romadlon

Selain itu, dalam acara yang sama Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi menyampaikan Mau'idhotul Chasanah dan Do’a. Di antara yang beliau sampaikan tentang awal mula adanya tradisi tiap tanggal 17 Sy. Romadlon dan tradisi 27 Sy. Romadlon yakni pengajian Lailatul Mubarokah dan Lailatul Qodar.

Tradisi tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 1960 M. Berawal dari 20 orang yang mengikuti pengajian di dalam Masjid Baitush Shiddiqin hingga kini meluber memenuhi area pesantren.

Tasyakkuran Lailatul Mubarokah kini sudah berjalan selama 65 tahun. Dan pada malam Lailatul Mubarkah 1446 H ini Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah menambahkan tradisi baru yakni Taubat Bersama Khusus.

IMG_6925.webp (221 KB)

Berbeda dengan Taubat Bersama di bulan Asyuro, taubat khusus kali ini berkaitan dengan dosa kelengahan atau kelalaian yang dilakukan oleh kita khususnya sebagai warga negara Indonesia.

"Malam ini tambahan tradisi di tiap-tiap bulan Romadlon tanggal 17. Tradisi Taubat  Bersama, taubat khusus bersama. Lain dengan Taubat di bulan Syuro, ini tobat khusus di bulan Romadlon, yang dituju itu kelengahan kita".

Menurut Syekh Mukhtar, kelengahan kita terhadap kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI yang bertepatan pada bulan Romadlon seringkali dilupakan. Ini kelengahan dan dosa besar terhadap bangsa Indonesia.

"Bukan dosa kesengajaan tapi dosa asalnya dari kelengahan. Kelengahan kita sendiri. Kelengahan tentang kemerdekaan Bangsa Indonesia, kelengahan tentang berdirinya NKRI. Padahal dua-duanya itu ada di bulan Romadlon. Kemerdekaan Bangsa Indonesia di bulan Romadlon dan berdirinya negara Indonesia di bulan Romadlon. Yang sudah umum diingat kemerdekaan Bangsa Indonesia tahun 1945 tapi tahun hijriyyahnya lengah” pitutur luhur Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah.

Taubat khusus bersama tersebut dipimpin langsung oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah yang diikuti oleh ribuan jama’ah Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia dan akan menjadi tradisi di tiap Tasyakkuran Lailatul Mubarokah mendatang. 

Tak hanya itu, Shodaqoh spontanitas pada malam penuh berkah ini terkumpul sebesar Rp198.000.000,- yang disalurkan untuk pembangunan masjid Fatchan Mubiina, kegiatan di Pesantren, pembangunan Jami'atul Mudzakkirin daerah, pembangunan Murobitul Ghulam, Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyyah di Bengkulu dan pembangunan di Kuntul Pacitan. (OPSHID MEDIA) 

Penulis: Nur Mika Sari

Editor: Nuraida