ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Resmikan Rumah Syukur, Wujud Cinta Terhadap Bangsa Indonesia
21 Agustus 2024 09:00
Di tengah acara, dilaksanakan peresmian dan penyerahan piagam Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS) oleh Sang Mursyid bersama Ibu Nyai Shofwatul Ummah kepada seluruh penerima rumah syukur melalui KORWIL (Koordinator Wilayah) dari masing-masing daerahnya.
Penyerahan 130 unit rumah syukur ini, sekali lagi menjadi bukti nyata rasa cinta jama’ah Thoriqoh Shiddiqiyyah kepada tanah air Indonesia, cinta kepada bangsa dan negara. Dalam sambutannya Ibu Nyai Shofwatul Ummah menerangkan pentingnya rasa cinta kepada tanah air bangsa Indonesia. Dengan cinta itu, akan menimbulkan kepedulian dan perhatian kepada sesama saudara sebangsa.
“Bagi orang yang uangnya banyak, bangun rumah satu unit itu mudah sekali. Tetapi yang tidak kalah pentinya yaitu mengajak saudara kita semua berpartisipasi dan ikut merasakan sedihnya orang yang tidak punya rumah. Bagaimana sudah merdeka 79 tahun tapi masih ada saja saudara-saudara kita yang belum menikmati rumah layak huni,” terang beliau.
Ibu Nyai Shofwatul Ummah menyampaikan banyak terima kasih kepada setiap peserta yang berpartisipasi dalam mewujudkan 130 unit Rumah Syukur. “Kita harus terus semangat, dan semangat untuk menghidupkan rasa cinta kepada sesama manusia. Apapun agamanya, yaitu cinta, cinta dan cinta.” Dawuh Ibu Nyai.
Dengan peresmian ini, total keseluruhan rumah layak huni yang telah dibangunkan oleh warga Thoriqoh Shiddiqiyyah mencapai 2009 unit rumah. Jika dinominalkan sudah hampir mencapai Rp 100 miliar dana yang dialokasikan pada pembangunan rumah syukur.
Puncaknya, Sang Guru Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi mengingatkan fakta sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia. Sebagai generasi penikmat kemerdekaan kita wajib untuk mensyukurinya, dan rasa syukur itu harus diwujudkan dalam nilai-nilai yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia.

“Maka kita wajib syukur. Makanya ada lagu mensyukuri, malah untuk peringatan 17 Agustus nanggap-nanggap (nyewa-nyewa–red). Biaya untuk nanggap itu dikurangi, tidak dihapus tapi dikurangi sebagian. Dialihkan untuk membangun rumah-rumah yang belum layak huni. Insyaalloh merata jadi bisa dinikmati beberapa tahun, kalau nanggap kadang-kadang itu tukaran (mengacau–red), apa manfaatnya?", Mauidhoh Sang Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah. (OPSHID Media)
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya