Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Agung: Lebih Memilih Membangun Rumah Orang Lain Ketimbang Rumah Sendiri

06 Oktober 2023 18:00

Agung: Lebih Memilih Membangun Rumah Orang Lain Ketimbang Rumah Sendiri

Benar saja, beberapa bulan kemudian, kawan-kawan OPSHID bershillaturrohmi kepada beliau. Mengabarkan, bahwa beliau akan dibangunkan Rumah Syukur dalam rangka Tasyakkuran Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ke - 95. Dengan perasaan gembira setelah mendapat kabar tersebut, Pak Agung bergegas pergi ke rumah mertua di Kabuh, Jombang, untuk minta doa restu.

Keesokan harinya sepulang dari Jombang, lagi-lagi Pak Agung mendapat kabar mengejutkan lainnya. Ternyata Ibu mertua Pak Agung juga akan dibangunkan Rumah Syukur oleh OPSHID. Beliau adalah Ibu Ni'ah, penerima Rumah Syukur di Kabuh, Jombang.

“Mendengar kabar ini nangis saya, lho kok dobel”, tutur Pak Agung.

Pak Agung mengaku sangat senang hingga sulit baginya untuk mengutarakan. “Kakak saya juga senang sampai kesini tiap hari, ikut membantu masak. Dalam satu minggu tidur saya hanya sebentar-sebentar. Terangan-angan, Kok sampek koyo ngene, mosok ga onok sing lain” ungkap pak Agung.

Sedangkan Ibu Ayyin mengungkapkan kabar bahagia ini rasanya seperti mimpi. “Jam setengah empat pagi setengah sadar ketika mendengar kabar rumah saya hendak dibangun. Rasanya seperti mimpi”.

Pak Marsono selaku Penanggung Jawab pembangunan Rumah Syukur Pak Agung menyampaikan alasan Pak Agung berhak menerima Rumah Syukur ini. “Mas Agung ini juga termasuk penggurus DPD OPSHID. Kita lihat rumah yang didiami ini (sebelum dibongkar) tidak layak ditinggali, dan punya tiga anak. Mas Agung adalah pribadi yang aktif dalam organisasi. Dan mbak Ayyin Ikhwan 2 juga aktif di OPSHID dan JKP Kota Madiun”.

Luas rumah yang dibangun adalah 8m x 5,5m dengan 3 kamar, karena akan ditinggali oleh 9 orang. Rumah sudah termasuk furnitur mulai tempat tidur hingga televisi. Relawan pembangunannya, mengerahkan jiwa-jiwa OPSHID secara bergantian, dan juga dibantu oleh tetangga sekitar. Sedangkan mengenai pendanaan Rumah Syukur Madiun ini 30% dari OPSHID dan 70% dari semua warga Shiddiqiyyah Madiun.

Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia ini bisa dibilang banyak disibukkan dengan berbagai kegiatan sosial. Masyarakat menganggap warga Shiddiqiyyah umumnya kaya. Bahkan dengan adanya warga Shiddiqiyyah seperti Pak Agung yang sebelumnya rumahnya belum layak huni, anggapan di atas tetap tidak terbantahkan. Karena warga Shiddiqiyyah seperti Pak Agung memang benar kaya, yaitu kaya kesadarannya. Karena masih bisa bersyukur dengan mengabdi pada program-program Shiddiqiyyah.

Dengan dibangunkannya Rumah Syukur, kini Pak Agung memiliki tempat tinggal yang yang lebih nyaman untuk beliau terus berkarya. Pak Agung juga menyampaikan harapannya untuk OPSHID, “Harapan saya supaya program ini lestari, dan saya sangat berterimakasih”. (OPSHID Media)

Penulis: Ainun Nasikhah

Editor: Sa’adatush S.