Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Rasminah: Menunggu Daun Kelapa Mengering dan Gugur Untuk Bisa Makan

18 Oktober 2025 17:00

Rasminah: Menunggu Daun Kelapa Mengering dan Gugur Untuk Bisa Makan

SEJUTA HARAPAN PALSU

“Selama ini rumah saya hanya difoto-foto saja. Datang, difoto. Datang lagi, difoto lagi. Foto-foto terus ngga ada yang bawa hasil apa-apa,” keluh Rasminah, menanggapi instansi-instansi yang menjanjikan akan merenovasi rumahnya, namun tak kembali membawa kabar baik setelah proses survey.

“Rumah udah mau rubuh, tetap ga ada yang datang. Biarlah aja rumah ini ambruk biar mati sekalian,” lanjutnya dengan nada nyinyir.

Ini bukan hiperbola. Rumah Rasminah dan Muhimin, memang sudah doyong dan bisa ambruk kapanpun menimpa mereka. Hanya bertumpu tiang kayu yang ringkih dan dinding yang retak-retak, rumah itu jauh dari kata layak. Air hujan masuk dengan mudah, rumah itu tidak bisa melindungi penghuninya dengan semestinya. Selain itu, fasilitas kebersihan dasar seperti MCK (Mandi Cuci Kakus—red) pun tidak tersedia.

IMG_7639.jpeg (492 KB)
Keadaan rumah Rasminah yang sudah tidak layak

Jelas saja, dengan penghasilan mereka yang terbatas, bisa merenovasi rumah sampai jadi layak hanya merupakan angan-angan belaka. Rasminah dan Muhimin terpaksa menerima keadaan dan menjalaninya selama bertahun-tahun.

Sudah banyak yang datang membawakan harapan bagi Rasminah, harapan untuk bisa meninggali rumah yang lebih layak. Tak terhitung berapa orang yang menemui Rasminah, berapa wawancara dan survey yang ia jalankan. Tapi tak ada satupun yang kembali dan membawa kabar baik. Harapan-harapan tersebut akhirnya memupus seperti barang bekas tidak terpakai yang menumpuk di sudut ruangan.

“Saya ditanya, ‘trus ibu kalau mau buang air gimana?’ Saya jawab, ya di hutan,” tutur Rasminah, “ditanya lagi, ‘kalau malam-malam gimana? Gak takut?’ Saya jawab ya saya bawa cangkul terus saya gali aja di belakang rumah.”

Namun tabungan harapan itu akhirnya tiba saat untuk menuainya. Kabar baik justru tidak datang dari jauh, melainkan dari tetangga sendiri.

Penulis: Sa’adatush S.

Editor: Nuraida