ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Bangun Rumah Beserta Kos-Kosan Penambah Rezeki
03 November 2024 19:00
Percaya akan kekuatan gotong royong membuat OPSHID Gunung Kidul berani membangun Rumah Syukur beserta 3 kamar kos-kosan sebagai ladang rezeki bagi penerima hingga hari tua.
Tak bisa dipungkiri dengan pembangunan tambahan tersebut, otomatis pengeluaran mencapai 2 kali lipat dari pembangunan rumah syukur biasanya. Meski hanya beranggotakan kurang lebih 30 orang, OPSHID Gunung Kidul mampu membuktikan kesuksesan tersebut.
Rumah Syukur dibangun di Dsn. Ringin Sari, Ds. Wonosari, Kapanewon Wonosari, Kab. Gunung Kidul. Sebelumnya, ada tiga kandidat penerima Rumah Syukur, namun setelah diadakan musyawarah ditetapkan penerima Rumah Syukur yang dipilih dalam rangka mensyukuri Sumpah Pemuda ke-96 ialah Setyo Utomo (57).
Setyo tinggal di rumah reot seorang diri lantaran telah bercerai dengan istrinya, kedua putrinya juga ikut tinggal bersama sang ibu. Azis selaku ketua panitia pembangunan Rumah Syukur Gunung Kidul menjelaskan faktor mengapa memilih Setyo sebagai penerima Rumah Syukur tahun ini, “Kami memilih Pak Setyo karena beliau ini sudah pisah dengan sang istri. sebelumnya pekerjaan beliau menjadi tukang parkir. Namun sudah lima bulan tidak bekerja lantaran pertama sakit cidera tulang belakang sehingga tidak bisa berjalan. Yang kedua sakit pada lensa mata sehingga membutuhkan operasi”, jelas Azis.
“Setelah sakit, makan sehari-hari beliau dapat kiriman dari anak dan istrinya yang sudah menikah lagi. Kirim makan setiap pagi. Kalau siang ada teman-teman paguyupan tukang parkir yang memberi makan, Kalau malam dari keluarga Pak Setyo yang rumahnya lumayan dekat dengan beliau”, imbuhnya.
Hal itu yang membuat OPSHID Gunung Kidul bergerak cepat untuk membangunkan rumah Setyo. Namun, ketika sudah disetujui bahwa penerima Rumah Syukur adalah Setyo Utomo, tiba-tiba muncul satu pertanyaan dari salah satu anggota OPSHID, “Besok-besok kalau rumahnya sudah jadi yang bayar air, bayar listrik siapa? kan bapaknya masih sakit tidak bekerja".
Pertanyaan inilah yang kemudian menginisiasi OPSHID Gunung Kidul untuk membangunkan usaha jangka panjang untuk Setyo.
FAKTAKAN ARTI CINTA SESUNGGUHNYA
Jiwa-jiwa OPSHID selalu mengusahakan yang terbaik dalam membantu sesama, meski tak semua anggota OPSHID berasal dari kalangan ekonomi menengah atas, namun tak menjadi penghalang dalam mewujudkan program Rumah Syukur.
OPSHID Gunung Kidul berusaha keras menemukan solusi agar penerima Rumah Syukur dengan keadaan sakit tetap mendapat penghasilan. Dari musyawarah bersama yang diadakan, terdapat banyak saran dari teman-teman OPSHID, di antaranya; mengusulkan membuat warung kelontong karena lokasi rumah yang dekat dengan alun-alun Wonosari. Namun ada juga yang kurang setuju karena takut jika penerima tidak bisa merawatnya.
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus