ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Ahmad Yani: Dulu Rumah Saya Jelek Sendiri, Sekarang Kelihatan Bagus Sendiri
18 Oktober 2024 10:00

Derai hujan yang turun dengan lebat, membuat atap rumahnya tak mampu menahan dan mengalirkan air dengan baik. Bocor memenuhi langit-langit rumah dan membasahi barang-barang di bawahnya. Apalagi bila hujan di malam hari ini, maka sekeluarga harus terjaga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Beratnya ujian hidup yang dilalui Ahmad dan Indriyana, tidak memupuskan semangat mereka dalam berjuang dan mendidik anak-anak. Sesulit apapun, mereka salalu berusaha memberikan yang terbaik; mulai dari makanan yang tercukupi sampai pada pendidikan yang dibutuhkan.
Si sulung Hafid Syaifudin Prasetyo (20), lalu Ferle Pajriansyah Putra (16), Lenia Triayu Widyawati (11), Kleyo Fanu Anugrah Saputra (8), dan si kecil Aiska Siana Flora (1,5), merekalah penyemangat Ahmad dan Indriyana untuk terus memperjuangkan kehidupan yang tengah dijalaninya.
Anak-anak tumbuh dengan sehat dan baik, tidak pernah mengeluh ataupun merengek akan situasi dan kondisi hidup mereka. Pendidikan yang diberikan untuk buah hatinya menghasilkan pribadi-pribadi yang baik dan sopan, “Kalau anak-anak tidak pernah sama sekali mengeluh,” ungkap Indriyani dengan senyuman bangga seorang ibu pada anaknya.
Di tengah pergulatan hidup yang dialami Ahmad, ia kedatangan tamu dari Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID), yang datang untuk memberikan bantuan berupa rumah gratis. Terkejut dengan kabar tersebut, Ahmad tidak langsung menyetujuinya.
Ia mengingat ibunya pernah mendapatkan bantuan serupa dari pihak lain, rumah ibunya dibedah dan dibangun dengan dinding berbahan kalsiboard. Karenanya, Ahmad ingin memastikan apakah rumah gratis yang dimaksud oleh pemuda OPSHID ini juga demikian?
Pemuda OPSHID pun memahami pertanyaan Ahmad dan mencoba menjelaskan secara perlahan bahwa; rumah syukur akan dibangun dengan bahan berkualitas, mulai dari pondasi sampai isi rumah. Barulah keraguan itu hilang, Ahmad menerima dengan senang hati.
Di sisi lain, putra sulungnya, Hafid yang sedang bekerja dan jauh dari rumah masih merasa ragu akan bantuan yang datang pada keluarganya, takut kalau dibohongi.
“Sudah tak kasi lihat videonya, tapi ya gitu jawabnya, 'mosok se bu iku omah e awak dewe?’ (Apa iya bu itu rumah kita nanti?)", cerita Indriyana. Saat kisah ini terbit, tinggal menunggu hari sampai keraguan Hafid hilang dengan sendirinya.
Ucapan rasa syukur pun tak hentinya disampaikan oleh Ahmad Yani dan sekeluarga. Bantuan OPSHID telah memberikan semangat baru untuknya dan keluarga. Kini sekeluarga tak perlu risau dan gelisah bila hujan turun, tak perlu lagi pergi ke sungai untuk membersihkan badan, tak lagi harus bergelap-gelapan dengan sedikit penerangan. Anak-anak juga bisa belajar dengan tenang saat malam hari datang.
“Dulu rumah saya kelihatan jelek sendiri, sekarang kelihatan bagus sendiri.” Ucap Ahmad Yani sumringah. (OPSHID MEDIA)
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon