Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Sapi'i : Menemukan Ketenangan dalam Tashawwuf

20 September 2024 17:00

Sapi'i : Menemukan Ketenangan dalam Tashawwuf

Semenjak berada dan menjalankan ajaran Shiddiqiyyah, Sapi’i telah berhasil memperoleh apa yang ia cari-cari selama ini. Berada dalam lingkungan yang mendukung serta mendorongnya untuk terus bangkit. “Selama ini saya yang dikuatkan, diingatkan,” jelas Sapi’i dengan tersenyum.

Memang bukan berarti semuanya akan terus berjalan lancar, akan tetapi saat ini dirinya mampu untuk tetap tenang meski dihujani banyak persoalan kehidupan di dunia.

Kembali ke masa mudanya, “Saya dulu itu nakal. Sampai minum-minum. Lalu kenal musik metal dan aktif di komunitas underground,” katanya dengan nada lirih. Kebiasaannya yang buruk itu membawanya pada kehidupan di jalanan. Menjadi anak punk dan berkumpul dengan komunitas metal underground. Di sana dia menjumpai banyak orang, tak jarang juga bertemu dengan beberapa santri.

Tinggal di jalanan ternyata memberinya sebuah pelajaran yang berarti. Ia belajar bagaimana cara berfikir yang kritis, menghadapi isu-isu yang beredar di masyarakat. Dari sinilah kegelisahan yang dia rasakan muncul, meski telah berlalu lama perasaan tersebut kian belum juga sirna.

Pada waktu itu, sekitar 11 tahun yang lalu Sapi’i masuk dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah. Setelah melalui proses yang cukup lama untuk memantapkan diri masuk dunia Tashawwuf. Kegiatan yang dia laksanakan dalam Shiddiqiyyah, sudah banyak merubah hidupnya.

Bahkan dengan ekonomi yang sulit sekalipun, Sapi’i tetap membantu orang lain. Bagaimana dia menjalankan tanggung jawabnya dengan sungguh-sungguh, tanpa sesal ataupun pamrih.

“Saya harapkan untuk anak-anak muda yang sudah ba'iatan (masuk Shiddiqiyyah) agar aktif kegiatan di Shiddiqiyyah. Karena kegiatan di Shiddiqiyyah ini tidak ada yang sia-sia,” pesan Sapi’i dengan tegas.

Awalnya hanya mencari obat penawar bagi derita yang dialami. Namun, setelah mengikuti serta menjalankan ajaran Tashawwuf, rasa tenang itu telah berubah dan berwujud. Menjadi sebuah tempat yang esok hari akan dia rasakan bersama keluarga kecilnya.

Dari sini kita bisa ambil pelajaran, bahwa proses panjang yang kita alami pastilah memberikan hasil yang memuaskan. Tentunya bila dilalui dengan jiwa yang tenang. Sapi’i telah merasakannya, ketenangan hati dalam menghadapi situasi dan kondisi hidup, telah berwujud menjadi sebuah bangunan rumah yang layak dihuni. (OPSHID Media).

Penulis: Mohamad Subiantoro

Editor: Nuraida