Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Rumat: Rumah Dijual Karena Terlilit Hutang

10 Agustus 2024 10:00

Rumat: Rumah Dijual Karena Terlilit Hutang

“Bangsa kita ini sudah merdeka selama 78 tahun, namun mbah Mahera (ibunda Mbah Rumat) dan anak cucunya belum merasakan itu,” ujar Satirin, tetangga sekaligus PJ. pembangunan Rumah Syukur Bojonegoro.

Putri bungsu Rumat bernama Sainah juga membantu perekonomian keluarga, sebagai penjual gorengan dan rujak di depan rumah. Sainah dikaruniai 3 buah hati yang masih berada di bangku sekolah, Rizky Firmansyah (19) yang baru saja lulus SMA lantas pergi ke Surabaya untuk bekerja, Putri Aysyah Rani (12) dan Ramdhani Firmansyah (10). Kesulitan yang dialami anak bu Rumat juga berimbas pada putrinya, yang mana menurut keterangan tetangganya, putri Sainah mengalami gizi buruk yang berdampak pada pertumbuhan fisiknya, “fisiknya sehat, tapi pertumbuhannya tidak normal.” Terang pak Satirin.photo_2024-07-30_07-40-55.webp (167 KB)

Kondisi perekonomian yang makin terpuruk, beberapa waktu yang lalu Sainah terpaksa menjual rumah miliknya untuk membayar hutang yang kian menumpuk semenjak sang Ibu mulai jatuh sakit. Mengetahui situasi keluarga bu Rumat yang kian terpuruk, warga setempat tidak tinggal diam. Melalui gotong-royong masyarakat membantu mendirikan tempat tinggal swadaya, yang sekiranya jauh lebih baik dari sebelumnya. Pembangunan rumah oleh masyarakat setempat ini berkisar beberapa bulan sebelum menerima rumah syukur, tepatnya pada bulan Oktober tahun lalu.   

Di rumah swadaya itulah Rumat sekeluarga tinggal, maka sekitar 2 minggu sebelum peletakan batu syukur RSKILHS. Perwakilan dari organisasi di lingkungan Shiddiqiyyah mendatangi Rumat dan memberitahu anak-anaknya, bahwa akan dibangunkan rumah baru. Sontak membuat terkejut Rumat sekeluarga. Pasalnya, ada rasa takut dalam hati Rumat dan keluarganya, alih-alih dibangunkan rumah yang baru, mereka khawatir bila hasil akhir yang didapat hanyalah tipuan. Seperti bedah rumah, atau dibongkar total lalu hanya dibangun pondasinya saja, setelahnya penerima disuruh melanjutkan sendiri. 

“Dikira Pak Rebo (Putra Mbah Rumat) pembangunan rumah syukur ini seperti bedah rumah yang dibangun setengah badan saja. Jadi ketika Pak Rebo datang kesini untuk melihat proses pembangunan terkejut. Lalu setelah itu, beberapa dokumentasi diberikan kepada anak Mbah Rumat yang ada di Surabaya, nangis nggak nyangka,” terang PJ Pembangunan RSKILHS.

Semangat warga Shiddiqiyyah dalam melaksanakan tugasnya juga tinggi, setiap hari, siang dan malam secara beramai-ramai. Tidak hanya usaha tenaga dan uang saja, akan tetapi juga do’a yang terus dipanjatkan guna memperlancar pembangunan serta mendapat Ridho dari Alloh SWT dan Sang Mursyid.

 “Alchamdulillah dengan Ridho dari Alloh dan Sang Maha Guru, pembangunan ini berjalan lancar. Dengan sistem yang kami gunakan itu kearifan lokal,” ungkap pak Satirin. Sebagaimana kota Bojonegoro yang terkenal akan wilayah hutan pohon jatinya, beberapa kayu yang menjadi bahan bangunan berasal dari warga sendiri yang berprofesi sebagai tukang kayu.

Kebahagian dan tangis haru mengalir dari Ibu Rumat dan anak-anaknya, sebuah hadiah yang datang tanpa disangka-sangka. Kekhawatiran yang sebelumnya menghantui telah terbayar dengan nyata, sebuah rumah yang memang umumnya memberikan kenyamanan serta ketentraman menjadi sebuah kemewahan bagi Rumat sekeluarga.

“Semuanya kayak mimpi dapat rumah seperti ini, ternyata mewah. Saya nangis sama ibu saya, gak nyangka rumahnya bakal sebagus itu,” kesan Sainah. “Rumahnya apik banget.” Ucap Rumat.

“Mudah-mudahan seterusnya jaya terus, jaya terus.. membantu yang lain, lebih mewah lagi. Saya cuma bisa bilang terima kasih buat semuanya.” Harap dan syukur Sainah. (OPSHID Media).

Penulis: Mohamad Subiantoro

Editor: Nuraida