Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Abdul Salam: Menjadi Penjahat, Lalu Bisa Taubat adalah Rumahku yang Istimewa

18 Februari 2024 12:00

Abdul Salam: Menjadi Penjahat, Lalu Bisa Taubat adalah Rumahku yang Istimewa

Sampai pada suatu kesempatan, beliau menerima pesan dari Kholifatus Shiddiqiyyah Bapak Ghozali, “kalau mau masuk Shiddiqiyyah secara sungguh-sungguh, tinggalkan semua harta benda yang kamu miliki, dan carilah harta benda dengan jalan yang halal”, cerita Pak Sumbri menirukan pesan yang disampaikanoleh Bapak Gozali.

Seiring berjalannya waktu, atas berkat rochmat Alloh dan keyakinan yang kuat dari apa yang dilihat dan diterima ketika mengikuti Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi selama puluhan tahun lamanya, Pak Sumbri patuh dan melepaskan seluruh harta benda yang diperoleh dari jalan kejahatan dan menyisakan sebuah tenda biru kecil di tepi sungai di Surabaya. Tenda biru yang ditutup ketika menjelang siang dan kembali dibuka ketika malam datang, sekedar untuk tempat beristirahat saja.

Semenjak itu kehidupan beliau berubah, tidak ada tempat tinggal, tidak lagi bergelimangan harta, namun beliau merasakan ketenangan hidup lebih dari cukup dari apa yang dirasakan sebelumnya. Ziarah makam walisongo pun sering beliau lakukan, bahkan tak sedikit yang mengira rumah Pak Sumbri berada di sekitar Sunan Ampel, “berada di makan walisongo itu bisa 40 hari, lalu pindah ke makam walisong yang lain, jadi satu tahun bisa selesai sembilan makam walisongo. Itu saya lakukan selama 12 tahun”, ungkap Pak Sumbri. “Jadi orang-orang mengenal saya ini bodoh, tidak bisa baca karena tidak  perah sekolah, kereng (jahat), ya tidak apa-apa”, lanjut beliau.

Kurang lebih 49 tahun di Thoriqoh Shiddiqiyyah, tepat pada tahun 2017 Bapak Sumbri menjadi kader Makhroja, ”Meskipun aku itu kejam, tapi manut dengan pak Yai” tegas beliau.

Setelah menjadi kader Makhroja, beliau resmi diangkat menjadi Wali Talqin Shiddiqiyyah oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi, ”Sungguh yang aku terima adalah sesuatu yang Subchaanalloh”, ungkap beliau.

Sumbri 2.webp (469 KB)
Kediaman Pak Sumbri di Madura

Setelah diangkatnya beliau menjadi Wali Talqin, semakin banyak yang mengetahui kondisi tempat tinggal serta perekonomian Pak Sumbri, terjadilan diskusi dengan para Wali Talqin untuk membangunkan rumah, namun Pak sumbri sempat menolak tawaran tersebut, “Aku isok taubat iku wes omahku seng istimewa, aku ngono seng iko elek dadi apik iku wes omah bagiku, gak onok neh. (Saya bisa taubat itu sudah menjadi rumahku yang istimewa, Saya yang dulunya tidak baik menjadi lebih baik, itu sudah rumah bagiku. Tidak ada lainnya)”. 

Ditawarkan lagi, namun kembali menolak, "ditawari rumah lagi, lalu aku bilang kalau bangun rumah gak usah, aku sudah tidak punya keluarga. Bangunkan saja musholla dan satu kamar disampingnya, itu cukup". 

Tepat ketika pembangunan Rumah Syukur dalam rangka Tasyakkuran Sumpah Pemuda ke 95 tengah berlangsung, turunlah dawuh dari pimpinan Wali Talqin Shiddiqiyyah sekaligus pimpinan Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID), Bapak M. Subchi Azal Tsani untuk membangunkan Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah (RSLHS) di tanah kelahiran Pak Sumbri di Dsn. Janten, Ds. Alang-alang, Kec. Tragam, Kab. Bangkalan, Madura. Tidak ada lagi penolakan yang dilakukan Pas Sumbri. 

Sumbri 3.webp (217 KB)
Serah Terima Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah

 

Pak Sumbri menyampaikan rasa syukur yang mendalam karena bisa bertemu Shiddiqiyyah, yang mampu mendidik pribadi beliau yang awalnya keras dan kejam, menjadi keras namun tetap bisa sabar dan ikhlas, ”Seandainya Shiddiqiyyah itu bukan ajaran yang bijak cekelen sikilku kabeh (pegang kedua kakiku ini, bawa saja!) dan untung saya masuk ke ajaran yang bijak”, tegas Pak Sumbri mengakhir pertemuan kami bersama beliau yang dilakukan di ruang tamu Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah, Madura. (OPSHID MEDIA) 

Penulis: Maharani Dika Putri

Editor: Nuraida