ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Sumiasih: Tuna Rungu Wicara, Ditinggal Suami Bersama Putri-putrinya
24 Oktober 2023 14:00
Di samping itu, rupanya Pak Abdul merupakan salah satu anggota OPSHID Sleman, beliau mulai bergabung dengan OPSHID Sleman pada tahun 2017. Selama menjadi anggota OPSHID, tidak ada yang mengetahui bahwa ibu Asih adalah adik kandung pak Abdul.
Sampai dalam suatu kesempatan, ketika salah satu putri ibu Asih diundang sebagai penerima santunan weton kelahiran Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi dan putrinya yang lain diundang sebagai penerima santunan weton kelahiran Pimpinan OPSHID FKYME Bapak Mualana M. Subchi Azal Tsani. Setelah setahun berlalu sebagai penerima santunan tetap, barulah terkuak fakta bahwa dua anak perempuan tersebut adalah putri dari adik Pak Abdul yang memiliki keterbatasan fisik, dengan keadaan perekonomian yang jauh dari kata mampu. Dari sinilah takdir Alloh menghantarkan Ibu Asih menjadi penerima Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah persembahan dari OPSHID Sleman.
“Kami tidak mengetahui keadaan atau kondisi Ibu Sumiasih seperti apa. Setelah kita menyerahkan santunan, kita lihat, ternyata Mas Abdul punya adik, tapi kita tidak memberitahu Mas Abdul. Lalu para pengurus bermusyawarah untuk pembangunan Rumah Syukur tahun ini kita berikan kepada Ibu Sumiasih, jadi secara tidak sengaja dan kami juga tidak mengetahui sebelumnya kalau Mas Abdul punya adik dan putrinya dalam keadaan seperti ini”, terang Bapak Ujang Kurniawan.
Mengingat kondisi Ibu Asih, mulanya para relawan bingung harus dengan cara apa menyampaikan kabar baik tersebut kepada beliau. Setahap demi setahap seraya proses pembangunan mulai berjalan, dengan bahasa isyarat Ibu Asih-pun mulai mengerti bahwa beliau akan dibangunkan rumah. Seiring proses pembangunan dilaksanakan, terlihat kegembiraan Ibu Asih yang terwujud dalam seringnya beliau berinteraksi dengan para relawan.
Tak cukup dengan membangunkan rumah syukur, OPSHID Sleman juga mengirim bantuan lain berupa pengobatan gratis jika sewaktu-waktu dari keluarga Ibu Asih dan relawan setempat membutuhkan, “Secara kesehatan, kebetulan di Kabupaten Sleman ada tim terapi, ketika kurang sehat, teman-teman dari tim terapi bisa membantu”.
Menyaksikan semua ini, warga sekitar merasa senang dan berterima kasih kepada OPSHID, bahkan ada beberapa dari warga setempat yang mempersilakan tempat tinggalnya untuk dipakai selama pembangunan berlangsung.
Di satu sisi, Pak Abdul sebagai perwakilan dari Ibu Asih menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya yang diiringi dengan panjatan doa untuk Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah dan OPSHID, “Kepada Beliau Sang Mursyid dan keluarganya, semoga di berikan kesehatan panjang umur dan diberikan Rochmat oleh Alloh SWT. Semoga teman-teman OPSHID sehat selalu, panjang umur, diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas.”
Kasih Alloh kepada hambanya dapat berwujud dan datang di waktu yang tepat, semoga dengan rumah syukur persembahan dari OPSHID, mampu membahagiakan hati ibu Asih, menjadi tempat tinggal yang layak seraya membesarkan kedua putri cantiknya dengan penuh kasih.
(OPSHID Media)
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus