ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Bukan Bedah Rumah, Rumah Syukur Itu Totalitas (Bagian III)
16 Oktober 2023 09:00

Seringkali orang awam menganggap Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah sebagai program bedah rumah. Namun nyatanya, program dari Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (OPSHID FKYME) yang dikomandoi langsung oleh Pimpinan OPSHID FKYME Bapak Maulana M. Subchi Azal Tsani, atas bimbingan Sang Maha Guru Al Mukarrom Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi ini sangat jauh berbeda dengan program bedah rumah atau program pembangunan rumah lainnya.
Program Rumah Syukur tidak hanya sekedar merenovasi rumah yang sudah ada, melainkan membongkar rumah lama yang sudah tidak layak huni dan membangun rumah tersebut dari awal. Dengan totalitas dan tepat sasaran OPSHID menganggarkan dana sebesar Rp 150.000.000 per rumah untuk biaya pembangunan Rumah Syukur ini.
Bahkan tidak hanya sekedar membangunkan rumah, OPSHID juga menyediakan lengkap dengan perabotan dan kebutuhan penunjang lainnya. Di antara lain perabotan yang diterima adalah tempat tidur, set meja kursi untuk ruang tamu, Televisi, meja belajar (untuk penerima yang memiliki anak yang masih sekolah), peralatan dapur, pompa air bersih, dan lain-lain. Pada beberapa kasus, penerima juga ditunjang oleh fasilitas yang bisa membantu kesehariannya. Penerima yang sebelumnya mempunyai usaha kios, maka dibuatkan juga kios baru yang lebih baik. Penerima yang hobi berjualan pentol, dibuatkan gerobak pentol untuk orangnya berjualan.
Rumah Syukur dipersembahkan 100% gratis untuk penerimanya. Selain tidak membebankan dana kepada penerima rumah, OPSHID juga terus mendampingi penerima bahkan setelah proses pembangunan rumah selesai. Seperti dengan pengecekan kondisi rumah setiap tahun dan memperbaiki rumah jika diperlukan, pengecekan Kesehatan, menyediakan lapangan kerja kepada penerima rumah, dan juga memberikan parcel lebaran.
Jadi Rumah Syukur Layak Huni Shiddiyyah bukan jenis program yang tidak total dalam membangun rumah. Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah yang didirikan OPSHID masuk ke dalam kategori rumah yang layak dihuni, bahkan bisa dikatakan layak jual.
Maka sesuai dengan yang selalu dicontohkan oleh Pimpinan OPSHID FKYME Bapak Maulana M. Subchi Azal Tsani, OPSHID lebih memilih totalitas dan profesionalisme dalam perjuangan. Menurut Aria Rahman dari Departemen Sosial Kemanusiaan DPP OPSHID, apabila disediakan dana senilai Rp 150.000.000, OPSHID akan lebih memilih untuk mengerahkan dana pada satu rumah dengan nila tersebut ketimbang membaginya menjadi Rp 30.000.000 untuk 5 rumah.
"Itu sudah dicontohkan oleh Bapak Pimpinan kita. Kalau memberi itu yang baik sekalian, jangan asal-asalan", ujar Aria. (OPSHID Media)
------
Artikel ini adalah bagian tiga dari lima seri eksklusif Syukur Pemuda. Nantikan bagian empat segera.
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan