ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
27 April 2026 17:00
INDONESIA: POTENSI DAN KETERGANTUNGAN
Indonesia berdiri di antara dua realitas: potensi besar dan ketergantungan yang belum terselesaikan. Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun dalam praktiknya, ketergantungan terhadap impor masih tinggi, terutama untuk komoditas seperti gandum, kedelai, dan gula.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan bahwa impor gandum Indonesia mencapai lebih dari 11 juta ton. Angka ini menegaskan satu hal: sistem pangan nasional masih terhubung erat dengan dinamika global. Ketika harga internasional bergejolak, dampaknya langsung terasa di dalam negeri—dari industri makanan hingga dapur rumah tangga.
Di sisi lain, persoalan domestik tak kalah kompleks. Alih fungsi lahan pertanian terus terjadi. Kementerian Pertanian mencatat luas lahan sawah menyusut dari sekitar 7,75 juta hektare pada 2013 menjadi sekitar 7,4 juta hektare pada 2023. Penyusutan ini mungkin terlihat kecil dalam persentase, tetapi berdampak besar terhadap kapasitas produksi pangan nasional.
Petani, sebagai aktor utama, seringkali berada di posisi yang rentan. Nilai Tukar Petani (NTP) memang menunjukkan tren yang relatif stabil, namun akses terhadap teknologi, modal, dan pasar masih terbatas. Ketika harga pupuk naik atau distribusinya terganggu, petani menjadi pihak pertama yang merasakan tekanan. Dalam banyak kasus, mereka tidak memiliki daya tawar yang cukup untuk menentukan harga hasil panen.
Berdasarkan Global Food Security Index (GFSI) 2023, Indonesia berada di peringkat ke-63 dari 113 negara. Posisi ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan Indonesia masih berada di tingkat menengah, dengan tantangan pada aspek kualitas, keterjangkauan, dan keberlanjutan. Potensi besar belum sepenuhnya terkonversi menjadi kekuatan yang stabil.
- Tinggalkan Rumah Kayu, Buruh Tani di Jombang Dapat Rumah Gratis dari OPSHID
- Kuli Batu di Pasuruan Tak Menyangka Dapat Rumah Gratis dari OPSHID
- Realisasikan Ajaran Al Qur-an, Santri MQ Wujudkan Syukur Menjadi Aksi Bangun Rumah
- Setetes Bakti untuk Bangsa dan Negara: Rumah Baru dari Pemuda Shiddiqiyyah Sidoarjo
- Sambut Sumpah Pemuda ke-98, OPSHID Gotong Royong Bangun Rumah Syukur!
- Serah Terima Rumah Syukur Kemerdekaan Unit ke-136, OPSHID Bangun Dengan Desain Berbeda
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.