ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Apabila Tak Ada Sumpah Pemuda, Jangan Bermimpi Bisa Merdeka
28 Oktober 2025 12:00
Pastinya telah banyak orang mengetahui bahwa momen lahirnya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 menandai lahirnya kesadaran nasional yang terorganisasi, ketika berbagai kelompok pemuda menyepakati bahwa persatuan identitas sebagai satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa adalah jalan untuk mencapai kemerdekaan.
Melihat jauh sebelum bangsa ini mendeklarasikan diri sebagai bangsa Indonesia, kerajaan-kerajaan di Nusantara telah membangun hubungan ekonomi dan budaya. Hubungan antar pulau terjalin bukan hanya karena transaksi ekonomi, tetapi juga melalui ikatan kepercayaan dan kerja sama.
Penduduk di berbagai wilayah Nusantara telah lama hidup dalam keterbukaan budaya. Mereka tidak hanya menerima pendatang untuk menetap, tetapi juga menjalin hubungan melalui pernikahan dengan masyarakat setempat. Sejarah mencatat bahwa hubungan antar daerah terjalin begitu kuat, beberapa raja Majapahit memiliki garis keturunan Sumatra, raja-raja Aceh memiliki darah Bugis, dan sebagian raja di Bali memiliki garis keturunan Jawa.
Hingga para penjajah datang, menghancurkan tatanan yang telah terbangun selama berabad-abad, perdagangan bebas digantikan dengan monopoli, dan hubungan antar wilayah terputus, membuat bangsa Nusantara yang dahulu saling terhubung menjadi wilayah-wilayah yang terisolasi.
Putusnya kontak yang berlangsung cukup lama ini membuat penduduk di Nusantara menjadi terisolir satu dengan lainnya. Kondisi ini digunakan para penjajah untuk melakukan politik pecah belah, dan kerajaan-kerajaan dikuasai satu persatu.
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus
- Sang Merah Putih Dan Makna Agung Dibaliknya