Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Dua Kali Upacara, begini cara Thoriqoh Shiddiqiyyah Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI ke 78

07 September 2023 12:01

Dua Kali Upacara, begini cara Thoriqoh Shiddiqiyyah Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI ke 78

JOMBANG - Pesantren Majma'al Bachroin Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah mengadakan upacara pengibaran bendera sang merah putih dalam rangka Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia ke 78, pada kamis, 17 Agustus dan jum'at, 18 Agustus 2023 lalu.

Upacara tersebut diadakan selama dua hari berturut turut, yakni upacara pada tanggal 17 agustus untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan Bangsa Indonesia dan upacara pada tanggal 18 agustus untuk mensyukuri nikmat Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Persiapan upacara tersebut dimulai pada akhir bulan juli, yang mana seluruh petugas pelaksana berasal dari murid-murid Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat.

Adapun peserta dari upacara tersebut terdiri dari murid-murid Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Bannat (THGB) dari tk 5 sampai tingkat 12, murid-murid Al isti'daadu lil Maqooshidul Quraanil mubin (IMQ), Mahasiswa/i Maqooshidul Quraanil Mubiin (MQ), pengurus dan ustadz-ustadzah THGB, serta perwakilan dari organisasi-organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah lainnya.

Bapak Ulil Abshor selaku kepala sekolah Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Bannat Bustan Tsalits menerangkan bahwa pesantren Shiddiqiyyah dalam mensyukuri kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI tidak hanya dengan mengadakan Upacara saja, "Jadi di pesantren Shiddiqiyyah itu kan jelas untuk mensyukuri kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI tidak hanya upacara dan lomba-lomba saja. Tapi disitu ada fakta nyata membangun rumah syukur, karena disini kita mengacu pada perjuangan dulu para pahlawan. Pahlawan perjuangan pahlawan pergerakan itu mayoritas kondisi ekonominya kurang mampu, Sekarang katanya sudah merdeka tapi faktanya masih banyak rakyat Indonesia yang nasibnya sama seperti pejuang-pejuang dulu yang belum merdeka secara utuh,makanya dari Sang Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah mendidik kita semua untuk membangun rumah syukur", jelas beliau.

"Supaya bisa menjadi contoh, minimal bagi sekolah-sekokah yang lain, seandainya sekolah - sekolah lain belum mampu membangun Rumah Syukur, belum mampu mengadakan santunan, minimal harapanya tahun depan bisa ikut berpartisipasi, jadi bukan hanya sekedar upacara, bukan sekedar lomba-lomba, biar tidak terkesan hanya hura-hura saja", terang beliau mengakhiri wawancara siang itu. 

Upacara yang dilaksanakan selama dua hari berturut-turut tersebut juga di meriahkan dengan penampilan tambahan dari murid-murid Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Bannat, salah satunya ada drumband dan tarian Dayak. (OPSHID MEDIA) 

 

Penulis: Nur Mika Sari

Editor: Nuraida