Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia

31 Agustus 2026 15:00

Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia

Santunan Nasional DHIBRA telah dilaksanakan secara berkesinambungan sejak 2006. Hingga pelaksanaan ke-21 pada 2025, total dana santunan yang telah disalurkan selama 21 periode mencapai kurang lebih Rp52,69 miliar.

Pada pelaksanaan pertama tahun 2006, sebanyak 6.517 orang menerima santunan dengan nilai sekitar Rp530,79 juta. Jumlah penerima kemudian mencapai 25.051 orang pada Santunan Nasional ke-17 tahun 2021, dengan nilai santunan sekitar Rp4,26 miliar. Sementara pada pelaksanaan ke-21 tahun 2025, sebanyak 17.587 orang menerima santunan dengan nilai sekitar Rp3,36 miliar.

Santunan Nasional ke-22 Capai Miliar Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
Sambutan Drs. Purwanto, M.K.P., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Jombang.

Konsistensi tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Jombang. Drs. Purwanto, M.K.P., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Jombang. Menurutnya, DHIBRA memiliki peran kemanusiaan dalam membantu menyalurkan kepedulian kepada masyarakat, khususnya anak yatim piatu dan kaum dhuafa.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, kami mengucapkan selamat ulang tahun DHIBRA Shiddiqiyyah. Kami memahami DHIBRA merupakan organisasi kemanusiaan yang berfungsi menyalurkan bantuan kepada fakir miskin dan yatim piatu,” ujarnya.

Purwanto mengatakan keberadaan DHIBRA turut membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan kaum dhuafa dan yatim piatu. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus konsisten dan lestari.

“Pemerintah Jombang sangat terbantu sekali, utamanya untuk kesejahteraan kaum dhuafa dan yatim piatu. Semoga semakin konsisten dalam menjalankan amanah sosial bagi masyarakat luas,” katanya.

 Santunan Nasional ke-22 Capai Miliar Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia

Sementara itu, dalam Mau’idhotul Chasanah, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi berpesan agar tidak terlena oleh tipu daya dunia.

Beliau mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Karena itu, manusia tidak seharusnya mengejar kemewahan dan kebahagiaan hanya untuk dirinya sendiri dengan membiarkan orang lain berada dalam kesulitan.

“Kalau pengen enak sendiri itu namanya pesta di atas penderitaan orang lain. Kaya silakan, tapi jangan untuk memperkaya diri sendiri” pesan beliau.

Sang Mursyid juga mengingatkan bahwa berbagai tipu daya dunia dapat membuat manusia terjebak dalam kehidupan yang sia-sia. Salah satunya melalui keinginan untuk memiliki kekayaan hanya demi kepentingan pribadi. Agama tidak melarang seseorang menjadi kaya. Namun, kekayaan tidak semestinya membuat seseorang mencintai dunia dan melupakan kepedulian kepada sesama. 

“Maka kita mohon perlindungan kepada Alloh supaya selamat dari jebakan Iblis, tipu daya dunia,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sang Mursyid juga mengaitkan momentum Maulid Nabi Muchammad SAW dengan bulan kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI. Beliau menjelaskan bahwa nama Dhilaal Berkat Rochmat Alloh memiliki makna yang mendalam, Dhilaal Berkat Rochmat Alloh berarti berada dinaungan Berkat Rochmat Alloh Ta’ala.

Mau’idhotul Chasanah ditutup dengan harapan sang Mursyid kepada organisasi-organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah yang terhimpun dalam panca harapan sang Mursyid, agar organisasi di Shiddiqiyyah menjadi organisasi yang bermanfaat, menghormati perbedaan, rendah hati, berbicara berdasarkan fakta, serta terus lestari. 

“Panca harapan Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, itulah harapan saya,” Tutur sang Mursyid.

Melalui Santunan Nasional ke-22, menjadi satu bukti nyata bahwa dana dapat terhimpun dan tersampaikan dengan tepat sasaran jika dapat dikoordinir dengan amanah dan tidak lepas dari jiwa gotong royong, yadullohi 'alal jamaa'ah.

Semoga kegiatan yang telah berlangsung selama 22 kali tersebut tetap lestari dalam limpahan Ridlo Alloh Ta’ala. (OPSHID Media)

Penulis:

Editor: Sa’adatush S.