Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Bagaimana Program Rumah Syukur Wujudkan Kemenangan yang Nyata?

18 September 2025 15:30

Bagaimana Program Rumah Syukur Wujudkan Kemenangan yang Nyata?

Sebagai Warga Negara Indonesia yang mensyukuri nikmat lahirnya kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, mestinya Sumpah Pemuda tidak akan hanya dianggap sebagai sejarah yang diingat lalu dilupakan. 

Melihat bagaimana peristiwa Sumpah Pemuda menjadi titik balik hingga Bangsa Indonesia dapat mencapai kemerdekaan, melalui lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Kongres Pemuda – sudah seharusnya semangat Sumpah Pemuda itu diwariskan dan diwujudkan dengan tujuan yang sama; gotong royong membangun bangsa, agar rakyat Indonesia dapat merasakan kedaulatan, bahwa Indonesia telah merdeka.

Di kabupaten Jombang - Jawa Timur, ada organisasi yang membangun puluhan bahkan sampai ratusan rumah menjelang hari Sumpah Pemuda untuk merealisasikan semangat tersebut, ialah Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID).

Tiap tahun pada momen-momen kebangsaan, OPSHID gotong-royong membangun rumah berasal dari iuran pribadi, bukan proposal ke pemerintah. Rumah yang dibangun dan diserahkan secara gratis oleh OPSHID dinamakan Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah (RSLHS).

Namun, dengan dasar bahwa perjuangan melalui kebersamaan, gotong royong, dan do’a dalam rangka mensyukuri Sumpah Pemuda diyakini dapat membawa Fatchan Mubiina atau kemenangan yang nyata.  Maka, mulai tahun ini nama RSLHS ditambah dengan dua kata menjadi: Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubiinaa.

“Karena kita sedang menulis sejarah, menorehkan jejak nyata bahwa kebersamaan, gotong royong, dan do’a bisa melahirkan kemenangan yang sesungguhnya. Sebagai bentuk kemenangan yang nyata perjuangan OPSHID melalui pembangunan rumah itu menjadi kemenangan yang nyata. Itu pesan yang ingin ditanamkan, dituliskan pada tema pembangunan rumah syukur tahun ini,” terang Mulyono selaku sekretariat DPP OPSHID FKYME.

Dalam perencanaannya membawa semangat baru, OPSHID menargetkan 90 unit rumah tahun ini, namun meski program pembangunan belum dimulai, target sudah melebihi yang diharapkan. Mulyono menjelaskan, “Dalam konteks penambahan tema Fatchan mubiinan, saat ini ditargetkan jumlah rumah yang dibangun 90 unit, dari yang semula tahun lalu 83. Alchamdulillah sampai hari ini (9/13/25) target itu sudah tercapai, bahkan terlampaui dan menjadi 92 unit. Ya, ini menunjukkan bahwa kecintaan teman-teman OPSHID, warga Shiddiqiyyah untuk mensukseskan hari Sumpah Pemuda dengan pembangunan rumah itu sangat tinggi. Ya, itu yang harus kita syukuri". 

Sedangkan pada persiapannya, Jama'ah Thoriqoh Shiddiqiyyah saling membantu, baik itu melalui do’a, fikir, tenaga kerja, dana, maupun material. Apapun bentuknya, semua itu memiliki arti besar untuk mewujudkan Rumah Syukur. Dengan begitu, sebisa mungkin tidak melewatkan kesempatan monumental ini untuk ikut berpartisipasi membawa kebahagiaan bagi sesama, dari rakyat untuk rakyat.

Dengan keyakinan yang kuat, Mulyono menyampaikan pesan dan harapnya, khususnya bagi saudara perjuangan di jalan yang sama, “Dengan berharap pada ridlo Alloh, ridlo Sang Guru, bimbingannya pimpinan OPSHID, ya semua rintangan dalam perjuangan itu harus kita yakini akan berhasil. Tidak perlu ragu, jangan khawatir bahwa perjuangan ini sia-sia. Yakin bahwa perjuangan ini akan mengantarkan kita lebih bermakna dalam hidup ini, dan memberikan manfaat kepada masyarakat luas.” (OPSHID Media)

Penulis: Baqiyat Aliansyah Siregar

Editor: Nuraida